batampos.co.id – Sebanyak 94,75 persen warga Batam sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Sekitar 60 persen diantaranya terdaftar sebagai peserta kelas 3.

”Sampai 1 Desember, 94,75 persen warga Batam sudah terdaftar sebagai peserta,” kata Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Batam, Maucensia Septriana, kemarin.

Secara keseluruhan, warga Batam yang terdaftar berjumlah 1.015.034 jiwa. Jumlah ini terdiri dari peserta penerima bantuan iuran (PBI) 160.958 jiwa, pekerja penerima upah (PPU) 552.965 jiwa dan peserta pekerja bukan penerima upah (PBPU) 260.440 jiwa.

Kemudian bukan pekerja (BP) 3.738 jiwa, jamkesda dan PJK Askes (transisi) 36.933 jiwa.

”Total yang terdaftar 1.015.034 jiwa atau 94,75 persen dari jumlah penduduk data tahun 2018 yakni 1071.231 jiwa,” terang Maucensia.

Menurut dia, rata-rata peserta PBI terdaftar di kelas 3, sedangkan bukan PBI terdaftar sebagai kelas 1 dan 2, namun lebih dominan di kelas 2.

Petugas BPJS Kesehatan memberikan penjelasan kepada warga yang sedang mengurus JKN-KIS di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Batam, beberapa waktu lalu. 60 persen warga Kota Batam terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan kelas tiga.Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.idbpjs

Sementara untuk peserta PBPU atau mandiri rata-rata saat ini turun menjadi peserta kelas 3.

”Saat ini, banyak peserta mandiri yang turun kelas menjadi kelas 3. Sedangkan untuk PPU tidak terlalu berpengaruh, sebab, kenaikan hanya bagi karyawan yang bergaji Rp 8-12 juta,” jelas Maucensia.

Dijelaskannya, dari 260.440 jiwa peserta mandiri, sekitar 63, 10 persen terdaftar di kelas 3, 23,61 persen di kelas 2 dan hanya 13,28 persen di kelas 1.

”Kesempatan untuk turun kelas 3 pun kami permudah, agar tak terlalu membebani. Kami membuka kesempatan itu dengan memberi kemudahan,” jelasnya.

“Yakni turun bisa dilakukan meski belum terdaftar satu tahun. Berlaku mulai 9 September hingga 30 April,” terang Maucensia lagi.

Tak hanya itu, menurutnya saat ini BPJS Kesehatan siap berkeliling menyambangi pelosok negeri melalui layanan jemput bola Mobile Customer Service (MCS).

Melalui MCS, masyarakat dapat lebih mudah menjangkau dan mengakses pelayanan kepesertaan JKN-KIS.(she)