batampos.co.id – Persekutuan masyarakat Sekupang asal Maluku (Ambon) yang tergabung dalam Colo-Colo Club menggelar perayaan Natal bersama di keluarga Mien Hutapea-Salakory yang beralamat di Jalan Kartini VI Sekupang, Jumat (13/12/2019) malam.

Hujan yang terus mengguyur Kota Batam tak menyurutkan langkah pengurus dan anggota persekutuan untuk merayakan Natal perdana tersebut.

Perayaan Natal yang berlangsung khidmat penuh kebersamaan dan kekeluargaan itu dipimpin pendeta sekaligus Ketua Majelis Jemaat GPIB Zebulon Batam Pendeta Meiske Kolanus-Paransi dan liturgos Fabian Salakory.

Dalam khotbah Natalnya, pendeta Meiske meminta anggota Colo-Colo Club untuk meneladani sikap orang-orang Majus yang telah mempersiapkan diri mereka serta persembahan terbaiknya untuk Allah melalui bayi Natal yakni Yesus.

Pasalnya kata pendeta Meiske, para Majus yakni orang-orang terpelajar serta ahli perbintangan itu percaya bahwa bintang Timur yang bersinar di malam saat kelahiran Yesus di Betlehem tanah Yudea itu penuntun bagi mereka untuk percaya telah lahir raja diatas segala raja.

Pendeta Meiske Kolanus-Paransi -Paransi dan pembina Colo-Colo Club melakukan ritual penyalaan lilin Natal, Jumat (13/12/2019). Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

Dengan demikian, ia berpesan agar persekutuan Colo-Colo Club bisa menjadi contoh yang baik di tengah-tengah kehidupan bergereja serta bermasyarakat dengan menjadi berkat bagi orang lain.

“Tema Natal Colo-Colo ini diberkati untuk memberkati. Jadi saudara-saudara harus menjadi berkat kepada orang lain telah diberkati terlebih dahulu melalui sukacita iman, ” pesan pendeta Meiske.

Sementara itu dalam pesan dan kesan Natal nya, penasehat Colo-Colo Club, Gorman Pudinaung, berharap agar persekutuan ini semakin mempererat tapi persaudaraan masyarakat Maluku di Sekupang dan sekitarnya untuk berkembang dan maju bersama dalam memuliakan nama Tuhan.

Pejabat BP Batam ini juga berharap agar Colo-Colo Club tidak dijadikan untuk alat politik kelompok atau pribadi tapi murni untuk kekeluargaan dan kebersamaan khususnya untuk membantu pembangunan dan pelayanan di GPIB Zebulon Batam.

Ketua Colo-Colo Club, Willem Wilex Ilela, dalam sambutannya minta agar semua anggota dapat bahu membahu untuk menyukseskan kegiatan-kegiatan persekutuan ke depan sesuai dengan tujuan dari persekutuan tersebut.

Colo-Colo adalah sambal khas Maluku yang biasanya disantap dengan ikan bakar yang terbuat dari bahan dasar asam jeruk dicampur aneka bumbu seperti bawang, tomat, cabai, daun kemangi serta kecap manis.(spt)