batampos.co.id – Almarhum Suparman, wartawan Batam Pos, kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Karya tulisnya yang ia buat sebelum meninggal dunia menjadi juara di ajang Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) 2019. Suparman terpilih sebagai juara 3 nasional kategori feature media cetak.

Suparman yang menulis berita feature berjudul “Tak Lagi Melawan Ombak Tiga Meter demi Solar 10 Liter” bersaing dengan ribuan peserta yang turut mengirimkan karyanya. Hingga akhirnya berhasil meraih juara 3.

“Saya sangat terharu dan bangga, di akhir hayat pun masih menorehkan prestasi,” ujar Yulianti, wartawan Batam Pos yang hadir mewakili Suparman di Jakara, Jumat (13/12) malam.

Saat menerima penghargaan di ajang tersebut, suasana sempat hening ketika panitia yang hendak menye­rahkan piala bertanya alasan mengapa Suparman diwakilkan. Yulianti yang mewakil menjelaskan bahwa Suparman meninggal dunia, Rabu (11/12) lalu.

“Setelah itu, semua hadirin langsung mengirimkan doa untuk almarhum Suparman,” ujar Yulianti.

F. Dokumentasi Yulianti/Batam Pos
Yulianti, mewakili almarhum Suparman, wartawan Batam Pos yang meraih juara 3 nasional di ajang AJP 2019 di Jakara, Jumat (13/12).

Sementara itu, tulisan Arman -begitu ia biasa disapa -menggambarkan makin mudahnya masyarakat Batam, Kepri, menjangkau bahan bakar minyak (BBM). Masyarakat pulau terluar Batam tidak lagi kesulitan mendapatkan pasokan BBM.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, menyampaikan selamat kepada peserta yang terpilih sebagai pemenang.

“Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi Pertamina kepada insan jurnalis,” ucap Nicke memberikan sambutan.

AJP ini digelar setiap tahun. Dirintis oleh Direkrut Utama Pertamina periode 2000-2003, Baehaki Hakim, tradisi itu tetap dilanjutkan sampai saat ini.

“Kami menyadari arti pentingnya media. Terima kasih kepada media yang selalu mendukung setiap kegiatan Pertamina. Semoga ke depannya kami semakin terbuka memberikan informasi,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris PT Pertamina Tajudin Noor, juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang sudah mengirimkan karya terbaiknya.

“Tahun ini yang kirim karya tulisnya lebih banyak dibandingkan tahun kemarin. Ada 2.214 karya,” sebutnya.

Ribuan karya tulis tersebut dilakukan penjurian dan seleksi. “Yang belum beruntung jangan berkecil hati. Jadikan kegagalan ini sebagai motivasi agar ke depannya bisa mengirimkan karya yang lebih baik,” tutupnya. (*/une)