batampos.co.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batam menggelar syukuran dan sarasehan kegiatan refleksi akhir tahun layanan darah dan Palang Merah di Gedung PMI Batam Center, Jumat (13/12/2019).

Sekretaris PMI Batam, Heri Supriyadi, mengatakan, syukuran ditujukan lantaran PMI menerima sejumlah bantuan seperti peralatan sound system dan bantuan peralatan rescue untuk pertolongan.

”Makanya kita manfaatkan untuk melakukan kegiatan refleksi terhadap apa yang sudah dilakukan dan dikerjakan oleh layanan darah terhadap kegiatan donor darah,” kata Heri kepada Batam Pos.

Dalam sarasehan ini, pihaknya juga menginformasikan tentang keberhasilan pencapaian target dan sekaligus informasi tentang kegagalan pada saat pra donor dan pasca donor.

Pesertanya adalah kelompok penggiat generasi muda milenial, yang juga kader kemanusiaan masa depan dan mitra fasilitator.

”Semuanya kita undang kader dan mitra fasilitator. Jadi nanti ketika mereka ingin donor jadi tahu dan paham bagaimana donor yang baik dan benar,” tutur Heri.

Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batam, Heri Supriadi, memberikan penjelasan pada acara saresan dan refleksi akhir tahun di kantor PMI Batam, Jumat (13/12/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Ia menjelaskan, salah satu persoalan pra donor saat ini adalah ketika ada 100 orang yang ingin mendonor.

Namun tidak semua yang bisa diambil darahnya. Dan jumlah itu semakin meningkat.

”Maka perlu ada pertemuan untuk kita merefleksikan. Apalagi semua itu butuh biaya,” tuturnya.

Ditambahkannya lagi, biaya yang dikeluarkan cukup tinggi jika donor tersebut gagal.

”Waktu datang saja mereka perlu obat, waktu, dan sebagainya. Ketika akan mengambil darah, bayar kantong darah dan bayar pemeriksaan,” jelasnya.

“Kalau itu gagal, kerugian yang besar sekali. Satu proses kegiatan donor itu kerugiannya capai Rp 300 ribu. Jadi, habis duit kita hanya untuk itu,” paparnya lagi,

Oleh sebab itulah pada kesempatan itu ia memberikan informasi bagaimana ke depan donor yang sehat dan beserta seperti apa polanya.

”Makanya kita selenggarakan refleksi akhir tahun. Apa yang sudah dicapai dan apa yang harus diperbaiki ke depan akan dijabarkan,” tambah Heri.

Disinggung mengenai pencapain akhir tahun, ia mengaku optimistis mencapai target 22 ribu kantong darah di akhir tahun.

Tercatat, hingga November 2019 sudah terkumpul sekitar 20 ribu kantong.

”Cuma kendalanya tadi, kualitasnya. Kalau habis makan donor kualitasnya jelek dan tak bisa dipakai,” pungkasnya.(rng)