batampos.co.id – Proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dikerjakan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Hansol sudah rampung hampir 70 persen.

Dalam proyek ini, keduanya dibantu oleh puluhan subkontraktor (subkon) lokal. BP akan memberhentikan subkon yang dianggap tidak becus.

Proyek senilai 43 juta dolar Amerika ini dibagi atas tiga proyek fisik yakni jaringan pipa, stasiun pompa dan bangunan pengolahan air limbah atau waste water treatment plant (WWTP).

WWTP dibangun di Bengkong Sadai dan merupakan pusat dari segala aktivitas IPAL. WWTP dikerjakan oleh subkon Citra Indokoresa.

Bobot pekerjaan WWTP ini sebanyak 38,6 persen. Pantauan Batam Pos, proyek WWTP ini sudah rampung 20 persen.

Gunawan, Pengawas dari Indokoresa, mengatakan, WWTP ini nanti dilengkapi sejumlah gedung dan bangunan untuk mengolah air limbah menjadi air bersih.

“Ada gedung utama sebagai pusat administrasi WWTP IPAL, baru ada bangunan FCR dan bangunan clarifier, bangunan MCC, blower dan deodorize,” terangnya.

Pihak BP Batam dan kontraktor Hansol meninjau titik jalan yang rusak karena proyek IPAL di Perumahan Dutamas, Batam Centre. Foto: BP Batam untuk Batam Posll

Pada awalnya, air limbah akan masuk ke FCR dan di FCR terjadi proses pemisahan limbah dari air.

Kemudian limbah tersebut diolah secara organik menjadi pupuk. Setelah itu, maka air berpindah ke clarifier. Di clarifier, air dipisahkan dari lumpur.  “Dijernihkan,” imbuh Gunawan.

Terakhir, masuk ke MCC, dilanjutkan dengan blower dan deodorize. Dalam tahapan terakhir ini, material yang masih tersisa akan dipisahkan dari air, sehingga airnya menjadi layak pakai.

Proyek WWTP dan proyek fisik lainnya akan rampung Desember 2020 mendatang. Pada Januari, akan siap beroperasi dengan masa pemeliharaan selama setahun.

Pantauan Batam Pos, pekerjaan WWTP dilakukan dengan baik. Tapi, tidak semua proyek fisik dikerjakan dengan baik.

Ada subkon yang bekerja dengan baik, tapi ada juga yang bekerja tidak becus. Contohnya, proyek fisik penanaman pipa jaringan IPAL masih dikerjakan asal-asalan.

Meski begitu, sudah ada perbaikan. Contohnya, di Legenda Malaka, Batam Centre yang jalannya sempat rusak. Kemudian, ada juga kerusakan jalan di Perumahan Duta Mas, Batam Centre.

Kerusakan yang masih terlihat yakni di depan Harmoni One Hotel Batam Centre. Pantauan Batam, jalan di depan hotel tersebut belum diaspal.

Jalannya juga ambles. Subkon belum juga memperbaikinya, tapi memasang tanda larangan untuk dilewati di atas bekas galian pipa tersebut.(leo)