PRESIDEN Singapura, Halimah Yacob, mengadakan kunjungan kerja ke Frankfurt, Jerman, Jumat (12/12/2019) lalu. Dalam kunjungan itu, ia mengunjungi beberapa perusahaan di Jerman yang mempekerjakan para pelajar sebagai bagian dari pendidikan standar ganda atau sistem pendidikan vokasi. Ia mengungkapkan, sistem pendidikan ganda di Jerman ini layak diadopsi di Singapura.

Sistem pendidikan di Jerman menerapkan sistem pendidikan ganda. Menggabungkan pelatihan kejuruan di sekolah dengan magang di sebuah perusahaan hingga tiga tahun.

”Sistem ini akan efektif dalam membantu kaum muda berintegrasi ke dalam industri nyata,” ujarnya di sela-sela kunjungannya seperti dilansir dari Channel News Asia, kemarin.
Selama kunjungan kenegaraan selama lima hari, Singapura dan Jerman telah menandatangani 14 perjanjian, dengan setengahnya fokus pada pendidikan dan tenaga kerja.

Berbicara kepada wartawan di akhir kunjungannya, Halimah mengatakan sistem pendidikan Jerman adalah sesuatu yang dapat dipelajari Singapura dalam menciptakan jalur karir bagi generasi muda.

Kunjungan ini menandai tonggak bersejarah dua negara di usia 54 tahun hubungan diplomatik.

Mdm Halimah, yang mengun-jungi tiga perusahaan Jerman – Bosch, Continental AG, dan ABB-Stotz- mengatakan, perusahaan-perusahaan Jerman sebenarnya membayar para peserta pelatihan untuk dilatih.

”Seperti untuk satu perusahaan, mereka mengatakan kepada saya bahwa mereka membayar sebanyak € 70.000 euro untuk pelajar yang magang di perusahaan mereka,” ungkapnya.

”Ketika mereka telah berinvestasi begitu banyak, mereka merasa bahwa sangat penting untuk mengembangkan ekosistem efektif untuk mendukung anak magang sehingga ia dapat berhasil dalam perusahaan, sebaliknya perusahaan juga akan terus tumbuh,” jelasnya.

Sementara itu, Singapura bertujuan untuk menyiapkan 12 persen dari setiap kelompok siswa untuk menjalani ”jalur studi-kerja” di 2030 mendatang. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Pendidikan Ong Ye Kung sebagai bagian dari adopsi sistem pendidikan vokasi Jerman di negara tersebut.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman selama lima tahun antara Institut Pendidikan Teknis (ITE) dan perusahaan elektronik Jerman Rohde & Schwarz.

”Kerja sama ini menawarkan pertukaran industri dan pendidikan bagi siswa kedua negara setidaknya selama dua minggu,” jelas Ong Ye Kung. (cha)