batampos.co.id – Lima Bakal Calon (Balon) Wali Kota Batam berdiskusi Women to Infinity ”Perempuan Berdaya, Indonesia Jaya” yang dihelat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) Kepri di Grand Batam Mall, Sabtu (14/12). Talk Show bertemakan ”Menuju Batam 1” ini membahas mengenai hak-hak politik perempuan serta peran perempuan dalam pemilihan Wali Kota Batam 2020.

Ketua DPW PPLIPI Kepri, Lenny Terek, mengatakan kegiatan itu dalam rangka memperingati Hari Ibu tahun 2019. Women to Infinity, lanjutnya, merupakan signature event yang dikemas untuk memotivasi perempuan mewujudkan impian tanpa batas dan mendorong penguatan karakter perempuan berdaya.

Tujuan dari acara ini untuk menyatukan berbagai elemen perempuan, membangun kesadaran hak politik perempuan. Women to Infinity juga untuk memotivasi perempuan untuk menggunakan hak politiknya dengan memilih pemimpin yang memiliki program keberpihakan terhadap perempuan.

”50 persen pemilih yang nantinya menentukan siapa wali kota adalah perempuan. Kami mengajak perempuan mengkritisi apa yang menjadi hak perempuan,” kata Lenny di sela pembukaan acara.

Sebelum talk show dan tanya jawab, setiap kandidat memaparkan visi dan misi. Mereka juga diminta melakukan kontrak politik program keberpihakan kepada perempuan.

”Panggung Women to Infinity ini sebenarnya untuk seluruh calon. Kami sudah hubungi 15 calon, namun hanya 5 calon yang terkonfirmasi dan benar-benar mau menjawab tantangan perempuan,” tambah Lenny.

Lima balon wali kota Batam tersebut yang mengikuti diskusi ini antara lain, Lukita Dinarsyah Tuwo, Candra Ibrahim, Rian Ernest, Helmy Hemilton dan Zukriansyah Zulkarnain. Women to Infinity sendiri dihadiri sedikitnya 50 organisasi perempuan dari berbagai kalangan. Di antaranya Organisasi Perempuan se-Kota Batam, Pengurus Perempuan Organisasi se-Kota Batam, Aktivis Perempuan se-Kota Batam serta mahasiswi. Turut hadir dari KPU Kepri.

f. rengga yuliandra/batam pos
Bakal Calon (Balon) Wali Kota Batam, Candra Ibrahim, saat memaparkan visi dan misi dalam acara talkshow bertemakan ”Menuju Batam 1” yang dihelat DPW Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) Kepri di Grand Batam Mall, Sabtu (14/12).

Di hadapan puluhan ibu-ibu, para kandidat memaparkan visi dan misi, khusus untuk pro terhadap perempuan, kelak terpilih menjadi wali kota Batam ke depan. Lukita, misalnya. Ia mengatakan, programnya ke depan akan lebih pro kepada kaum ibu.

”Karena kaum ibu adalah bagian terpenting dalam pembangunan,” katanya.

Demikian juga Helmy Hemilton dan Candra Ibrahim mengaminkan pemaparan itu, dan visi misi mereka nyaris serupa. Pada konteksnya, dalam program kepemimpinan ke depan, tidak ada perbedaan jenis kelamin.

”Hampir di setiap misi saya berkaitan dengan perempuan, seperti pemberdayaan UMKM dan ekonomi kerakyatan semuanya menyangkut dengan perempuan,” kata Candra.

Rian Ernest bertutur, ia dilahirkan oleh seorang perempuan.

”Tanpa perempuan saya tak bisa berdiri di hadapan bapak-ibu saat ini,” ujarnya.

Ernest mengatakan, konsepnya ke depan adalah peningkatan pelayanan terhadap perempuan dan anak. Sebab, pusat pembangunan suatu kota adalah peran keterlibatan kaum ibu-ibu. Ernest sempat mengkritik kebijakan kota ini. Katanya, belum lama ini Batam mendapat penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai kota layak anak.

”Tapi menurut penelusuran kami, dalam beberapa waktu terakhir ada tujuh anak-anak meninggal dunia. Ada yang meninggal di selokan, terendam di kolam dan lain-lain,” katanya. Dalam talkshow itu juga dilakukan sesi tanya jawab.

Setiap peserta yang bertanya akan dilempar ke moderator, dan moderatorlah nanti yang memilih siapa yang akan menjawab. Pertanyaan pertama dijawab Zukriansyah Zulkarnain. Pertanyaan diberikan oleh Defi dari perkumpulan istri anggota dewan yang bertanya tentang tingginya angka kekerasan seksual di Batam. Dan selama ini baru sebatas penyelidikan di polisi sementara korban masih trauma.

Pertanyaan selanjutnya datang dari Sari perwakilan dari Himpunan Pengusaha Muda Kepri. Ia mempertanyakan pembangunan infrastuktur di Batam sangat luar biasa. Namun tidak bagi pembangunan ekonomi kerakyatan. Ia tanyakan bagaimana pentingnya membangun sektor ekonomi ini di Batam. Ketua PWI Kepri, Candra Ibrahim mendapat kesempatan menjawab pertanyaan itu.

Dalam pemaparannya, Candra menjawab, infrastuktur fisik di Batam sudah baik, tapi infrastruktur kerakyatan jauh lebih baik. Diakuinya, tidak semua orang menikmati infrastuktur jalan.

”Siapapun yang melanjutkan kepemimpinan Pak Rudi atau beliau lagi yang akan melanjutkan akan sangat terbantu dengan pembangunan yang telah dilakukan oleh Pak Rudi. Namun begitu ke depan harus ada perubahan skala prioritas ke arah ekonomi,” kata Dirut Batam Pos itu.

Ekonomi kerakyatan salah satunya adalah UMKM. Jika ditanya apa kegiatan pertama yang saya lakukan ketika saya diberi kepercayaan memimpin Batam, Candra menjawab paling utama adalah memberdayakan Dinas UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian kerakyatan. ”Kalau kita tidak membesarkan UMKM ini, ke depan yakinlah ekonomi kita tidak akan membaik,” tuturnya.

Visi misi dia bila nanti dipercaya memimpin Kota Batam, harus bisa memastikan bahwa UMKM berdaya dan ikut terlibat di dalam pembangunan Kota Batam.

”Sebab apa gunanya kita membangun segala macam fisikli tetapi ekonomi kita tidak bisa bergerak secara baik,” tambah Candra. (rng)