batampos.co.id – Bank Indonesia menggelar pertemuan tahunan dengan tema “Sinergi, Transformasi, Inovasi menuju Indonesia Maju”. Kegiatan tersebut digelar di Hotel Radisson Batam Centre, Senin (16/12/2019).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Fadjar Majardi, menyampaikan, rangkuman perkembangan, tantangan dan prospek perekonomian nasional ke depan.
Menurutnya, ada lima tantangan yang harus dilalui Bank Indonesia. Di antaranya:
1. Pertumbuhan ekonomi turun pada 2019 dan belum pulih hingga akhir 2019.
2. Kebijakan moneter sendiri belum tentu efektif mengatasi dampak buruk perang dagang.
3. Volatilitas arus modal asing dan nilai tukar pasar keuangan global berlanjut.
4. Digitilasi ekonomi dan keuangan meningkat pesat.
5. pertumbuhan ekonomi yang cukup baik pada tahun 2019 akan meningkat pada 2020
Kata dia teknologi digital mempengaruhi prilaku manusia dalam menghadapi lima tantangan tersebut. Sehingga diperlukan sinergi, transformasi dan inovasi.

“Kita patut bersyukur ditengah pertumbuhan global yang turun, kinerja dan prospek ekonomi cukup baik,” ujarnya.
Dijelaskannya, untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian dan inflasi di Kepri pihaknya terus berkoordinasi antar BI, pemerintah dan instansi terkait.
Dengan begitu, diharapkan mampu menjaga stabilitas perekonomian.
“Kita (BI) membuat ingin mengendalikan inflasi yang disebut 4K, yaitu keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, ketersediaan pangan dan komunikasi yang efektif,” jelasnya.
Sementara itu, Asisten II Pemprov Kepri, Syamsul Bahrum, mengapresiasi pertemuan tersebut.
Pertemuan itu kata dia, dapat menjadi wadah media komunikasi bagi pemerintah daerah, Bank Indonesia dan lembaga lainnya.(nto)
