batampos.co.id – Tongkat komando Batalyon Infateri 10 Marinir Satria Bhumi Yudha (SBY) Batam berpindah tangan.
Letnan Kolonel Marinir Rino Rianto Komandan Yonif 10 Marinir SBY dimutasi ke Detasemen Jalamangkara (Denjaka) Jakarta dengan posisi baru sebagai Wakil Danyonif.
Posisinya digantikan oleh Letnan Kolonel Marinir Alim Firdaus yang sebelumnya bertugas di Denjaka.
Pergantian komandan ini digelar secara resmi pada acara serah terima jabatan di mako Yonif 10 Marinir SBY, Setokok, Senin (16/12/2019).
Apel sertijab ini dipimpin oleh Kolonel Marinir A Fajar dari Brigade Infantri IV Mar/BS, selaku inspektur upacara dan disaksikan oleh Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Kapolresta Berelang, AKBP Rachmat Prasetyo Purboyo, serta pejabat dan tamu terhormat lainnya dari TNI AD, Polri dan Kejaksaan.
Prosesi sertijab tersebut dimulai dengan penyematan atribut Danyonif yang baru hingga pembacaan sumpah jabatan.
Dalam arahannya sebagai inspektur upacara A Fajar menegaskan, rotasi jabatan tersebut merupakan hal yang lazim dalam dunia militer, sebagai upaya kaderisasi pemimpin atau komandan.

Harapannya tentu untuk membawa satuan marinir SBY lebih baik kedepannya sesuai dengan tugas dan tanggungjawab yang diberikan.
“Yang diganti bukannya tak bagus tapi memang harus ada pergantian, biar ada penyegaran sehingga tugas dan tanggungjawab dijalankan lebih baik lagi kedepannya,” tuturnya.
Kepada komandan baru Alim Fidaus, Fajar berharap agar mampu menjalankan satuan yang dipimpin lebih baik lagi kedepannya.
Hal-hal yang baik yang sudah dijalankan oleh Danyonif sebelumnya harus diteruskan dan ditingkatkan kedepannya.
“Yang baik dilanjutkan dan ditingkatkan. Jalankan tugas dan tanggungjawah anda dengan baik,” ujarnya.
“Kepada pak Rino, saya juga berterimah kasih sebab sudah menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai komandan selama ini. Semoga sukses di tempat tugas yang baru,” tambah Fajar lagi.
Alim Firdaus yang dijumpai usai sertijab menegaskan, seluruh program kerja dari Danyonif sebelumnya tetap menjadi prioritas diawal kepemimpinannya.
Dia juga mengaku siap membantu pihak kepolisian dan penyelenggara pemilihan umum lainnya pada Pilkada tahun 2020 mendatang.
“Itu juga termasuk. Tapi sebatas pengamanan jika diminta bantuan. Garis terdepan tetap Polri dan penyelenggara Pemilu. Apapun menyangkut keamanan dan ketertiban Bangsa kami selalu siap,” ujar Alim.(eja)
