Minggu, 26 April 2026

Dua Motor Hilang di Parkiran Kantor Wali Kota Batam

Berita Terkait

batampos.co.id – Parkiran sepeda motor di Kantor Wali Kota Batam dinilai rawan aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Hal ini terbukti dengan adanya dua kasus pencurian sepeda motor di lokasi tersebut dalam lima bulan belakangan ini.

Aksi pencurian yang baru terjadi menimpa Yulitavia. Motor Yamaha Mio bernomor polisi BP 5650 GI milik warga Tiban, Sekupang ini diketahui hilang di parkiran Pemko Batam sekitar pukul 18.15 WIB, Jumat (13/12/2019) lalu.

“Baru sadar ketika akan meninggalkan Pemko Batam, padahal motor saya parkir dengan kondisi stang terkunci,” katanya.

Dia menjelaskan, aksi pencurian tersebut sempat terekam kamera CCTv. Dari rekaman tersebut diketahui pelaku yang menggunakan kemeja hitam dan memakai masker itu beraksi siang hari sekitar pukul 13.00 WIB.

“Di kawasan parkiran memang tidak ada penjagaan khusus untuk sepeda motor. Namun, ada Satpol PP yang berjaga,” katanya.

Dari rekaman CCTv yang terpasang tepat di luar gedung Kantor Wali Kota Batam, pelaku terekam keluar parkiran kantor orang nomor satu di Batam itu dengan santai.

Kemudian, berbelok ke kiri melewati simpang Bank BTN Batam Center serta menerobos lampu lalu lintas di simpang tersebut.

Sebelumnya, kejadian yang sama dialami jurnalis TVRI, Rizki. Ia kehilangan sepeda motor Yamaha Jupiter saat tengah melakukan peliputan berita di Kantor Wali Kota Batam.

“Kejadian kehilangan motor Yuli sudah kedua dalam beberapa bulan ini. Sebelumnya motor saya hilang,” kata Rizki.

Seorang warga berjalan di area parkir sepeda motor di Kantor Wali Kota Batam, Senin (16/12/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Sementara itu, Kapolsek Batam Kota, AKP Restia Octane Guchy, membenarkan kejadian ini.

Ia mengatakan, sudah menerima laporan para korban.

“Kita masih selidiki kasus ini dan mengejar pelakunya,” katanya.

Sementara Sekretaris Satpol PP Batam, Friedkalter, mengaku pihaknya belum mendapat informasi perihal pencurian sepeda motor tamu di Kantor Wali Kota Batam ini.

Pasalnya, kata dia, Bagian Umum Pemko Batam yang membawahi petugas Satpol PP yang ditugaskan di Kantor Wali Kota Batam, belum berkoordinasi dengan pihaknya terkait informasi pencurian tersebut.

”Kami belum mendapat informasi soal kehilangan itu,” kata Friedkalter, Senin (16/12/2019).

Terkait penambahan petugas Satpol PP di area Kantor Wali Kota Batam, Friedkalter menyebutkan jumlah yang ada cukup banyak.

Ia merinci, sebanyak 30 petugas Satpol PP, khusus ditugaskan di Dataran Engku Putri. Ini belum termasuk anggota Satpol PP yang diperbantukan untuk bertugas di Kantor Wali Kota dengan jumlah sekali tugas lima orang.

Walau ia tak menampik ada kemungkinan menambah personel, ini tergantung pembicaraan dengan Bagian Umum.

”Kalau personel sih cukup. Mungkin saat itu lagi ramai (acara Kenduri Seni Melayu), jadi si A yang punya motor tapi si B yang ada situ, kami (Satpol PP) enggak bisa pastikan juga,” ujar dia.

Lalu, apakah ada peningkatan patroli atau pengawasan di area Engku Putri Batam dan juga area parkir Kantor Wali Kota Batam?

Friedkalter menyebutkan, sasaran kegiatan Satpol PP tidak terkait hal yang demikian. Namun, dirinya menyebutkan akan berusaha untuk meningkatkan pengawasan.

”Patroli Satpol PP sasarannya bukan itu pula, kami sasarannya penegakan Perda. Tapi kami akan keliling,” ujar dia.

Ia justru mengimbau agar pemilik motor menyertakan pengamanan ganda pada kendaraan yang diparkir.

”Paling kami tekankan menambah kunci, selain kami usahakan patroli juga untuk amankan,” tambah dia.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Setdako Batam, Efrius, mengatakan Pemko Batam akan menindaklanjuti agar hal ini tidak terulang lagi. Bahkan, pihaknya telah membicarakannya dengan Bagian Umum.

”Apakah nanti tambah Satpol PP, hasilnya belum tahu bagaimana, karena perlu koordinasi dengan Satpol PP, penambahan atau bagaimana karena selain untuk kantor wali kota, (petugas) juga untuk Engku Putri,” imbuhnya.(opi/iza)

Update