batampos.co.id – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto, berharap proyek prioritas strategis atau major project dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 untuk Kepri segera dieksekusi. Karena proyek ini memiliki daya untuk meningkatkan perekonomian Kepri. Bahkan menurutnya sangat strategis meningkatkan kebanggaan bangsa, karena Kepri berbatasan dengan banyak negara tetangga.

“Beberapa agenda dalam RPJMN 2020-2024 sangat kita harap cepat dilaksanakan. Tak hanya integrasi pengembangan wilayah Batam-Bintan, tapi juga destinasi prioritas pariwisata, termasuk mensinergikan pengembangan komoditas unggulan wilayah Kepri yang masuk dalam RPJMN,” kata Isdianto usai menghadiri Musrebangnas RPJMN 2020-2024 di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/12/2019).

Musrenbangnas dibuka Presiden Joko Widodo. Hadir juga Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Kepala Bappenas Suharso Manoarfa, Mendagri Tito Karnavian, Ketua DPR RI Puan Maharani, dan sejumlah menteri.

Dalam narasi RPJMN 2020-2024, peme-rintah pusat menyusun 41 proyek prioritas strategis. Proyek ini disusun untuk membuat RPJMN lebih konkret dalam menye-lesaikan isu-isu pembangunan, terukur dengan manfaatnya langsung dapat dipahami dan dirasakan masyarakat. Proyek-proyek ini merupakan proyek yang memiliki nilai strategis dan daya ungkit tinggi untuk mencapai sasaran prioritas pembangunan.

Dari 41 proyek prioritas strategis, di urutan ke-9 ada proyek integrasi pembangunan wilayah Batam–Bintan. Proyek prioritas strategis ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan industri dan pariwisata Batam-Bintan. Rencana pendanaan untuk kegiatan ini sebesar Rp 28,04 triliun.

Dengan rincian APBN Rp 0,04 triliun, KPBU Rp 18,5 triliun, swasta Rp 5,4 triliun, dan BUMN Rp 4,1 triliun. Para pelaksananya, antara lain BP Batam, KemenPUPR, Pemda, dan Badan Usaha (BUMN/swasta).

Masuknya integrasi pemba-ngunan wilayah Batam-Bintan dalam proyek prioritas strate-gis agar terlaksana secara lebih efektif dan efisien sesuai dengan perkembangan pembangunan. Selain itu, proyek ini menjadi alat kendali pembangunan sehingga sasaran dan target pembangunan dalam RPJMN 2020-2024 dapat dipantau dan dikendalikan.

Maket dari jembatan Batam-Bintan.

Selain Batam-Bintan, dalam narasi RPJMN 2020-2024, juga ada peningkatan nilai tambah pariwisata. Kepri sendiri mendapat beberapa prioritas. Di antaranya destinasi pariwisata prioritas untuk Taman Wisata Alam (TWA) Mukakuning dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) untuk Nongsa-Pulau Abang serta KSPN Lagoi-Bintan dan sekitarnya.

Selain sektor pariwisata, beberapa program untuk nilai tambah ekonomi juga mendapat narasi dalam RPJMN 2020-2024 ini. Di antaranya wilayah pengelolaan perikanan dan sentra produksi perikanan budidaya.

Untuk gas bumi, tercatat East Natuna tercatat dengan cada-ngan gas bumi 46 TSCF. Hili-risasi SDA melalui kawasan industri, Kepri juga masuk dalam delapan kawasan industri prioritas nasional, yaitu KI Bintan Aerospace dan KI/KEK Galang Batang. Sementara di Karimun masuk narasi hilirisasi SDA melalui pengembangan smelter.

Dalam RPJMN ini, Kepri mendapat rencana target pertumbuhan ekonomi mulai 4,7 persen untuk 2020 dan 7,1 persen di akhir tahun 2024. Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi itu diidentifikasi identitas unggulan berupa karet, perikanan tangkap, dan perikanan budidaya.

Sementara mendukung hi-lirisasi komoditas pengembangan kawasan berbasis sumber daya alam pada koridor pertumbuhan dan peme-rataan, maka dikembangkan Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) Ranai.

Sedangkan untuk mendorong pengembangan kawasan berbasis non sumber daya alam, kawasan strategis prioritas yang dikembangkan adalah Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam, Bintan, dan Karimun, Kawasan Industri (KI) Bintan aerospace dan Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) Baru Batam-Bintan.

Isdianto minta OPD terkait memastikan program-program tersebut tetap ada dalam narasi RPJMN 2020-2024. Apalagi naskah ini akan ditandatangani Presiden Jokowi pada 20 Januari 2020.

Dia berharap doa dan dukungan masyarakat agar prioritas strategis nasional tersebut segera dilaksanakan. Dengan demikian, kemajuan untuk Kepri akan semakin cepat.
Program-progam itu memang sejalan dengan apa yang di-sampaikan Isdianto dalam banyak kesempatan. Pariwisata, kelautan, perikanan, dan pertanian adalah prioritas.

“Inilah masa depan ekonomi Kepri,” kata Isdianto.

Sementara itu, Presiden Jokowi menegaskan bahwa pemerintah akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur agar memperkokoh fondasi dalam berkompetisi dengan negara lain.

Pemerintah, kata Jokowi, ingin menyambung infrastruktur yang ada ke kawasan-kawasan industri, kawasan produksi pertanian, ke kawasan produksi perikanan, dan pada kawasan wisata yang ada di setiap provinsi. (bni)