batampos.co.id – Sejumlah warga di kawasan Bengkong ternyata masih enggan membayar retribusi sampah.

Dengan alasan, sampah rumah tangga yang mereka hasilkan telah dibakar atau dibuang sendiri.

Camat Bengkong, M Tahir, menjelaskan dari sekian banyak warga Bengkong, ada beberapa yang masih enggan membayar retribusi sampah. Setiap kali ditagih, mereka  marah dan ada yang menghindar.

“Masih ada yang enggan membayar retribusi sampah. Alasanya, sampah sudah dibakar atau dibuang sendiri,” ujar Tahir.

Dijelaskannya, membakar sampah sudah jelas melanggar Perda yang telah ada di Kota Batam. Meski begitu, banyak warga yang tidak mengindahkan aturan itu.

Petugas kebersihan mengangkut sampah di kawasan SP Plaza, Batuaji, Kamis (12/12/2019) lalu. Beberapa warga Bengkong masih enggan membayar retribusi sampah dengan alasan sampah yang dihasilkan sudah mereka bakar. Foto: batampos.co.id / Dalil Harahap

“Kami juga sudah sering tegur warga yang kerap bakar sampah. Sudah jelas, bakar sampah itu menyalahi, tapi tetap banyak yang melakukannya,” jelas Tahir.

Menurut dia, warga tersebut punya seribu alasan untuk tidak membayar retribusi sampah, seperti telah membakar, menanam hingga membuang ke tempat pembuangan sementara (TPS) sampah.

“Apapun alasan mereka, yang namanya retribusi setiap rumah itu wajib. Kecuali mereka buang sampah ke TPA (tempat pembuangan akhir) sampah langsung,” tutur Tahir.

Masih kata Tahir, ia bersama perangkat lainnya terus mensosialisikan agar warga bisa mengikuti aturan yang telah ada.

Apalagi, rencananya Bengkong akan dijadikan daerah percontohan terkait penerapan pembuangan sampah.(she)