batampos.co.id – Pasar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam di Komplek Pasar Niagamas kian sepi.
Sejumlah pedagang yang biasanya berjualan kini tak beraktivitas lagi. Banyak kios di pasar tersebut telah tutup.
Seperti yang terlihat, Rabu (18/12/2019), hampir dari separuh lapak pedagang di pasar tersebut kosong.
Padahal, dalam aturan yang diberikan kepada pedagang, wajib buka setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga 20.00 WIB.
Salah satu pedagang yang sempat berjualan di pasar TPID memilih menutu usahanya. Dengan alasan hampir setiap hari pasar sepi dan ia merugi.
“Hampir setiap hari sepi. Rugi waktu dan materi, jadi lebih baik tutup,” ujar salah satu mantan pedagang di pasar TPID yang enggan namanya disebut.
Di pasar TPID, ia mengaku berjualan sayur mayur. Karena sepi pembeli, barang dagangannya itu layu dan busuk.

“Di paksakan berjualan tak mungkin. Modal kita sendiri, yang nangung rugi sendiri juga. Jadi lebih baik tak jualan, meski tempatnya gratis,” jelasnya.
Pedagang lainnya, Sofian membenarkan kondisi pasar yang masih sepi. Menurutnya, ia masih buka karena hanya disuruh jaga kios.
“Yang punya bukan saya, saya hanya jaga saja. Hampir setiap hari pasar sepi,” terangnya.
Menurut dia, penyebab banyaknya lapak pedagang tutup ialah sepinya pembeli. Sehingga banyak pedagang yang gulung tikar.
“Setahu saya karena sepi aja, alasan lainnya saya tak tahu,” imbuhnya.
Padahal sebelumnya, Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan, pihaknya akan memberikan sanksi bagi pedagang yang tak berjualan dalam beberapa hari.
Pasalnya tenan yang ada di lokasi tersebut diberikan gratis selama dua tahun.
Pedagang hanya membayar uang listrik dan air sesuai pemakaian masing-masing.
Dilain hal, Gustian membantah lokasi pasar sepi. Menurutnya, pengunjung ramai pada jam-jam tertentu.
“Biasanya ramai sore hingga malam, saat orang pulang kerja,” pungkas Gustian.(she)
