batampos.co.id – Keberadaan tiga unit pesawat tempur jenis Hawk 100/200 dari Skuadron 12 Pekanbaru akan melakukan patroli udara di wilayah Batam selama delapan hari.
Keberadaannya untuk deterrence effect atau efek gentar terhadap pengamanan udara maupun perairan Kepri.
Danlanud Hang Nadim, Letkol Pnb Urip Widodo, mengatakan, efek gentar memberikan dampak positif bagi keamanan.
Secara umum, adanya patroli udara akan meminimalisir kemungkinan niat oknum-oknum yang melanggar batas wilayah.
”Itu salah satu bentuk deterrence effect,” katanya, Rabu (18/12/2019).

Ia mengatakan, wilayah Kepri termasuk daerah perbatasan yang rentan pelanggaran batas wilayah. Baik di udara maupun di laut.
”Makanya kami upayakan tahun depan makin sering (patroli, red). Sehingga dapat mengamankan kedaulatan NKRI dari segala macam potensi ancaman,” tegasnya.
Urip mengatakan, pelaksanaan operasi ini di bawah kepemimpinan langsung Letkol Pnb Fardinal Umar, dari Skuadron 12.
Ia mengatakan pengamanan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) sangat penting untuk dijaga.

Dalam kesempatan ini Urip mengaku senang dengan pelaksanaan open base berlangsung meriah dan ramai.
Saat open base 15 Desember lalu sebanyak 6.000 orang memadati VIP Bandara Internasional Hang Nadim.
”Luar biasa antusias masyarakat. Kami harusnya tutup base pukul 16.00, terpaksa menunda karena terlalu ramai, baru ditutup pukul 18.00,” ucapnya.
Selain melakukan open base, pihaknya juga melakukan penerbangan di atas Dataran Engku Putri dalam rangka HUT Kota Batam.
”Ke depan kami akan mengadakan acara lebih meriah dan lebih baik lagi,” pungkasnya. (ska)
