Sabtu, 25 April 2026

Adian Napitupulu Kena Serangan Jantung saat Terbang

Berita Terkait

Berangkat ke Bandara Soekarno-Hatta dalam keadaan sehat, di dalam pesawat politikus Adian Napitupulu kolaps. Dokter menyebutkan, ada serangan jantung. Kondisinya berangsur membaik sehingga dia bisa diterbangkan
kembali ke Jakarta,
Kamis (19/12) sore.

DI antara penumpang pesawat Garuda Indonesia dari Jakarta dengan tujuan Palangka Raya, Kamis (19/12) lalu, ada rombongan anggota Komisi I DPR.

Salah satunya Adian Napitupulu. Dia hendak melakukan kegiatan reses pribadi dan kunjungan secara berkelompok. Baru beberapa menit pesawat take off pada pukul 05.40, kondisi Adian mendadak drop.

“Dalam pesawat, beliau mengeluh lemas dan minta oksigen,” tutur Rudiantoanto Tjen, sesama anggota Komisi I DPR yang berangkat bersama Adian.

Kondisi Adian itu tentu mengejutkan. Pria 48 tahun yang di masa perkuliahannya dikenal sebagai aktivis tersebut mulanya tak menunjukkan tanda-tanda sakit sama sekali.

Begitu Adian mengeluh, Rudianto bertindak cepat. Dia menghubungi kru yang langsung bertanya apakah ada dokter dalam penerbangan itu.

“Syukur ada (dokter, red) sehingga langsung ditangani dengan baik oleh dokter dan pihak Garuda,” papar Rudian­to.

Adian diberi bantuan oksigen. Dia juga diinfus dengan perlengkapan kesehatan milik Garuda Indonesia.

Sebelum dokter bertindak, terang Rudianto, badan Adian sudah sangat dingin. Namun, setelah mendapatkan penanganan, kondisi Adian berangsur membaik.

“Memang ada permasalahan pada jantung. Tadi sampai di RS Muhammadiyah dia (Adian, red) sempat sadar. Dia cerita kalau pasang lima ring di tubuhnya dan meminta obat pengencer. Sudah dikasih di RS PKU Muhammadiyah,” lanjut Rudianto.

Setelah dianggap stabil, Adian dirujuk untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di RSUD dr Doris Sylvanus, Palangka Raya.

“Kita doakan beliau segera pulih dari sakitnya dan bisa menjalani tugas kenegaraan yang dipercayakan kepadanya,” ucap Rudianto.

Direktur RSUD dr Doris Sylvanus, drg Yayu Indriaty SpKGA, mengatakan, bahwa pihaknya menerima rujukan dari RS PKU Muhammadiyah.

Adian Napitupulu saat dievakuasi ke RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, Kalteng, Kamis (19/12/2019). Foto: Emanuel Liu/Kalteng Pos

“Langsung ditangani kegawatdaruratan. Setelah mendapatkan pengobatan awal, dirujuk ke RS Doris Sylvanus,” katanya.

Menurut mantan Plt Kadinkes Kalteng tersebut, Adian menjalani sejumlah pemeriksaan penunjang untuk mengetahui organ yang menyebabkan dirinya kolaps.

“Ternyata, memang ada sedikit serangan pada bagian jantung. Namun, kondisinya sudah stabil,” jelasnya.

Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran pun menjenguk Adian. Menurut dia, Adian sudah bisa diajak berkomunikasi dengan baik. Namun, untuk penanganan yang lebih baik, Adian dirujuk ke RS di Jakarta.

“Beliau sudah mulai berkomunikasi dengan baik dan sudah bisa telepon istrinya tadi. Kita doakan yang terbaik untuk beliau,” kata Sugianto.

Tanpa Adian, Rudianto mengatakan, agenda kerja yang sudah disiapkan tetap akan dilaksanakan.

Komisi I akan mendatangi pemerintah provinsi dan Korem 102/Panju Panjung. Sekretaris DPD PDIP Kalteng, Sigit K. Yulianto yang mewakili ketuanya, Arton S. Dohong, mengatakan bahwa kondisi Adian terus membaik.

Adian sudah menjalani tes darah dan CT scan.

“Ya, kami menstabilkan saja kondisinya sebelum diterbangkan ke Jakarta,” kata pria yang juga menjabat ketua DPRD Kota Palangka Raya tersebut.

Sigit menambahkan, Adian juga mengeluh kesakitan pada bagian tangan setelah pemeriksaan darah.

Dokter menyarankan Adian untuk beristirahat sebelum menempuh perjalanan udara ke Jakarta.

Salah seorang keluarga Adian yang berada Palangka Raya, Pariaman Marpaung, mengatakan bahwa kondisi Adian terus menunjukkan perkembangan.

“Kebetulan, kami adalah sepupunya yang berada di Palangka Raya. Karena marga kami Simangunsong, Marpaung, Napitupulu, Pardede merupakan kakak beradik. Adik kami ini sakit, maka kami harus membesuk,” jelas Pariaman.

Pantauan di RS yang berada di Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, itu, banyak kerabat dan teman yang membesuk Adian.

Di antaranya, Kapolresta Palangka Raya, anggota DPD PDIP Kota Palangka Raya, dan pengurus DPD PDIP Kalteng.

Begitu dokter memutuskan bahwa Adian bisa dibawa ke Jakarta, paramedis melakukan persiapan. Sekitar pukul 14.30 Adian keluar dari RS.

Dengan ambulans, Adian yang masih terbaring di brankar dibawa menuju bandara untuk selanjutnya diterbangkan dengan pesawat carteran.

“Ya, kami sudah menyewa pesawat untuk Adian,” terang Rudianto yang juga politikus PDIP.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pesawat carteran tersebut terbang sekitar pukul 15.30. Sesampai di Jakarta, Adian dibawa ke RS Medistra.

“Kami memohon doa dari masyarakat untuk saudara kita, Bung Adian Napitupulu,” terangnya, kemarin.

Namun, setelah dicek, Adian ternyata tidak jadi dibawa ke RS Medistra. Dia dirawat di RS Siloam Kebon Jeruk.

Pada pukul 17.50, Adian masuk ICU. “Sudah ditangani tim dokter jantung dan paru-paru,” terang politikus PDIP yang tidak mau disebutkan namanya.

Kamis malam Adian masih diobservasi. Dia ditemani sang istri, Dorothea Eliana Indah Wardani.

Politikus PDIP Eva Kusuma Sundari menyatakan, Adian masih lemah. Menurut dia, sebelum kolaps, Adian pernah pasang ring. Jadi, bukan kali ini saja Adian bermasalah dengan jantung.

Mantan anggota DPR itu berharap Adian yang merupakan perokok aktif mengubah gaya hidup.

“Semoga segera pulih, berganti gaya hidup yang sehat,” papar dia.

Eva mengatakan, Adian harus memahami bahwa dirinya sangat dibutuhkan oleh PDIP. Sebab, Adian dimodelkan sebagai milenial oleh partai.

Adian juga dikenal memiliki kelebihan gaya komunikasi yang segar. Eva menuturkan, pria kelahiran Kota Manado itu juga merupakan aset besar PDIP.

“Di internal partai disebut sebagai aset partai,” urainya.

Hasto menambahkan, Adian merupakan sosok yang tekun dan bersemangat dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.

“Semangat juangnya begitu besar. Dia memilih jalan kerakyatan. Mohon doanya,” ucap Hasto. (*/c11/ayi/jpg)

Update