Jumat, 17 April 2026

Hingga November, 5.925 Pasangan Menikah di Batam

Berita Terkait

batampos.co.id – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Batam mencatat hingga November 2019, 5.925 pasangan menikah.

Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yaitu 5.716 pasangan.

Kasi Bimbingan Masyarakat Islam, Kantor Kemenag Batam, Budi Dermawan, mengatakan, rata-rata setiap bulan jumlah pasangan yang menikah di 12 Kantor Urusan Agam (KUA) mencapai 400 hingga 600 pasangan.

“Kalau melihat jumlah penduduknya, paling ramai itu perkotaan jika dibandingkan pesisir,” sebut dia, Jumat (20/12/2019).

Berdasarkan data 2018, sebanyak 6.319 pasangan menikah. Untuk tahun ini masih menunggu akhir tahun. Sebab totalnya baru didapatkan saat akhir Desember.

Budi menyebutkan saat ini rentan usia menikah berada di angka 20-30 tahun. Menurutnya usia ini sudah cukup matang untuk memasuki jenjang pernikahan.

Pasangan yang akan menikah harus mengikuti bimbingan pranikah di kantor Kemenag.

“Selama bimibingan calon suami-istri ini akan dibekali pendidikan untuk menghadapi pernikahan,” sebutnya.

Ilustrasi. Buku Nikah. Foto: JawaPos.

Lanjutnya, setiap pasangan wajib mengikuti bimbingan pranikah ini. Nantinya pasangan akan diberikan sertifikat karena sudah mengikuti bimbingan ini.

Pendidikan singkat ini tidak saja diisi pengenalan pernikahan melainkan juga tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam.

“Intinya kami memberi tahu pasangan kalau pernikahan itu sakral. Jika ada permasalahan ada cara penyelesaianya. Kedua pasangan harus berkomitmen menjaga pernikahan sampai maut memisahkan,” terangnya.

Bimbingan pranikah ini diharapkan bisa menekan angka perceraian yang cukup tinggu di Batam.

Hampir 20 persen dari total pasangan yang menikah selama setahun memilih berpisah dengan berbagai alasan.

Ke depan Pemerintah juga tengah merancang sertifikasi menikah. Hal ini memiliki tujuan yang sama yaitu memberikan pemahaman agar pasangan bisa bertahan dalam pernikahan mereka.

“Ini kami masih menunggu Juknisnya. Kalau sesuai rencana ada waktu tiga bulan bagi mereka yang ingin menikah untuk diberikan pendidikan dan pembekalan,” imbuhnya.

Menurutnya kematangan usia dan emosional sangat dibutuhkan dalam persiapan pernikahan. Kedua pasangan harus menahan ego dan saling mengalah agar penikahan bertahan.

“Yang paling penting saling memahami. Jangan sampai anak yang menjadi korban kalau orangtuanya berpisah,” ungkapnya.(yui)

Update