batampos.co.id – Majelis hakim Pengadilan Negeri Batam menjatuhkan vonis kepada dua terdakwa pencurian kendaraan bermotor, yakni RS dan KP masing-masing selama 2 tahun penjara.

Majelis hakim diketuai Jasael, menjatuhkan vonis lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Muhammad Rizky yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan.

Dimana, kedua terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 363 ayat (1) KUH Pidana.

“Majelis hakim menyatakan kedua terdakwa bersalah dengan pidana penjara masing-masing selama dua tahun,” ujar Jasael membacakan amar putusan.

Ilustrasi pencurian sepeda motor. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

Mendengar vonis itu, Jaksa Rizky dan kedua terdakwa menerima vonis yang telah dijatuhi majelis hakim. Usai persidangan, kedua terdakwa keluar dari ruang sidang dengan tangan diborgol.

“Kami menyesal dan tidak akan mengulangi lagi perbuatan seperti ini. Kami berjanji akan tobat kedepannya,” ujar kedua terdakwa sebelum mendengar putusan dari majelis hakim.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum, perbuatan terdakwa bermula dari RS bertemu dengan KP di Pasar Mega Legenda dan berjalan kaki sambil mengobrol.

Dalam perjalanan, RS melihat satu unit sepeda motor Honda Beat tengah terparkir di depan rumah dalam keadaan hidup.

Dimana sepeda motor itu tengah dipanaskan oleh pemiliknya Suwandi dan ditinggal di depan rumah untuk mengambil helm ke dalam rumah.

Melihat adanya kesempatan itu, kemudian RS mengajak KP untuk menggasak sepeda motor itu dan kemudian menjualnya kepada seseorang seharga Rp 2 juta.

Namun belum sempat terjual, kedua terdakwa ditangkap oleh Satreskrim Polresta Barelang di depan Top 100 Tembesi.(gie)