batampos.co.id – Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) mengadakan Workshop Astronomi Gerhana Matahari Cincin di Aula Gedung Nong Isa Lembaga Adat Melayu, Kota Batam, Selasa (24/12).

Ketua Ekspedisi Gerhana Matahari Cincin, Muhammad Raihan, mengungkapkan, HAAJ memiliki tanggung jawab moril dalam mengamati fenomena astronomis yang terjadi di wilayah Indonesia.

“Kami sebagai komunitas astronomis akan mengejar fenomena astronomis, meskipun harus keluar kota. Contohnya seperti fenomena gerhana matahari cincin yang akan terjadi pada 26 Desember mendatang di Kota Batam,” ujarnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga berbagi ilmu dan mengedukasi masyarakat di Kota Batam tentang fenomena gerhana matahari cincin dengan cara mengadakan workshop.

HAAJ memilih mengunjungi Kota Batam, karena Batam merupakan salah satu tempat yang dilewati oleh gerhana matahari cincin.

Selain itu, Kota Batam dianggap sebagai kota yang menarik dan kaya akan sejarah dan kebudayaannya.

“Menurut kami, Batam ini adalah daerah Kepulauan, yang mana kaya akan pengetauan astronomisnya,” katanya.

Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) saat memberikan pemahaman mengenai gerhana matahari cincin kepada masyarakat kota Batam. HAAJ menjelaskan fenomena serupa akan terjadi kembali di Kota Batam paling cepat 350 tahun yang akan datang. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Menurutnya, pada kegiatan workshop dan nonton bareng gerhana matahari cincin di Engku Putri, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 80 orang peserta. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa.

“Masyarakat Batam sangat senang dan antusias mengikuti kegiatan workshop ini,” ujarnya.

Kata dia, awalnya banyak peserta yang belum mengetahui tentang gerhana matahari cincin.

Namun setelah mengikuti workshop masyarakat mengerti hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat ada gerhana matahari cincin.

“Fenomena gerhana matahari cincin ini menarik dan menjadi sangat spesial bagi masyarakat Batam di tahun ini, masyarakat wajib mengetahui dan menyaksikan fenomena ini,” ujarnya.

Karena lanjutnya fenomena itu kembali terjadi lditempat yang sama, yaitu Kota Batam paling cepat 350 tahun lagi.

Raihan mengimbau, masyarakat Kota Batam yang ingin melihat gerhana matahari cincin, diwajibkan untuk menggunakan alat bantu.

“Alat bantunya seperti kacamata gerhana, karena kalau tidak menggunakan alat bantu akan sangat berbahaya untuk mata kita,” tuturnya.

Kata dia, pihaknya menyediakan tiga buah teleskop untuk masyarakat yang ingin melihat gerhana matahari cincin di Dataran engku Putri.

“Kami juga akan membagikan kacamata gratis sebanyak 100 buah,” ujarnya.

Salah satu warga, Rahmat mengungkapkan bahwa workshop ini sangat bermanfaat untuk masyarakat Batam.

“Kami sangat senang dengan adanya workshop ini. Karena masyarakat awam seperti saya yang belum mengetahui tentang gerhana matahari menjadi tahu”, ujarnya.

Rahmat berencana akan datang bersama teman-teman dari komunitas untuk menyaksikan fenomena alam langka ini.(nto)