Mendapatkan satu ton beras tak pernah terbayangkan oleh pengurus dan santri-santri Pondok Pesantren Hidayatullah Sememal di Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Hal ini disampaikan oleh ustaz Saefudin, salah satu pengurus di pesantren tersebut, saat ACT Kepulauan Riau mengantarkan bantuan program Beras untuk Santri Indonesia (BERISI), Kamis (19/12).

“Berasnya sangat banyak. Kita sangat senang karena biasanya kita bisa makan enak saat ada tamu yang datang membawakan makanan hajatan. Kami sangat terkejut atas bantuan satu ton beras ini. Semoga semakin banyak sahabat dermawan yang terus mendukung program Beras untuk Santri Indonesia. Terima kasih ACT,” ungkap ustaz Saefudin.

Bantuan satu ton beras tersebut diterima 150 orang santri. Khairul dari tim ACT Kepri mengungkapkan, Ponpes Hidayatullah menjadi sasaran pendistribusian bantuan karena kondisinya yang masih prasejahtera.

“Kami cukup memperhatikan Ponpes Hidayatullah. Apalagi beberapa santri sempat keracunan karena menyantap hidangan yang sudah tidak layak,” ungkap Khairul.

Ponpes Hidayatullah ini awalnya merupakan panti asuhan yang kemudian dijadikan pondok pesantren. Santri di pondok pesantren ini merupakan anak yatim yang diangkat menjadi santri dengan harapan para anak didik mendapat ilmu agama dan kelak bisa berdakwah dengan baik. Ponpes Hidayatullah belum memiliki asrama putra, mereka terpaksa menjadikan ruang kelas sebagai tempat santri putra untuk tidur.

Pengurus Ponpes Hidayatullah menggratiskan biaya untuk para santri. Mereka mengandalkan swadaya masyarakat yang tidak tetap. Ponpes ini juga tak jarang kesulitan air bersih.

“Kami hanya mengandalkan air dari bantuan pipanisasi perusahaan di dekat sini. Namun jika musim kemarau tiba, kami mengandalkan air sungai, yang juga tidak bersih. Pernah sekitar 15 santri sakit kulit karena itu,” terang ustaz Saefuddin, salah satu pengurus Ponpes Hidayatullah. []