batampos.co.id – Harga telur ayam masih tinggi. Diperkirakan kondisi ini akan berlangsung hingga perayaan Imlek 2020.

Yasin, salah seorang penjual telur di Pasar Mega Legenda mengatakan kenaikan harga telur merupakan musiman.

Dimana hari-hari besar seperti Hari Raya Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru, juga Imlek, harga bahan pangan selalu naik.

”Biasanya siap Imlek baru turun. Karena hari besar Natal, Tahun Baru, dan Imlek itu berdekatan,” ujar pemilik Kios Telur Ayu ini, Jumat (27/12/2019).

Dia mengatakan, kini harga telur berkisar antara Rp 46-48 ribu per papan. Meski naik Rp 8-10 ribu dari harga normal yakni Rp 38 ribu per papan, namun hal tersebut tidak berpengaruh ke pembeli.

Demikian juga dengan pasokannya yang tidak berkurang.

”Pengaruh ke pembeli tidak ada, cuma ngomel aja kenapa harganya naik drastis,” katanya.

Pekerja membongkar telur ayam di Pelabuhan Batumpar, Jumat (27/12/2019). harga telur saat ini meroket hingga Rp 46 ribu hingga Rp 48 ribu per papan. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Menurut Yasin kenaikan harga telur saat ini memang cukup drastis. Namun, ini belum terlalu tinggi bila dibandingkan dengan Lebaran dan Natal tahun lalu, dimana harga telur bisa mencapai Rp 58-60 ribu per papan.

”Harga sekarang masih lumayan, yang dulu-dulu kan bisa sampai 50 ribu ke atas,” sebutnya.

Minah, penjual sembako lainnya, juga mengaku harga telur masih tinggi. Kendati demikian hal tersebut tidak berpengaruh ke pelanggannya.

”Mahal, cuma kalau butuh mau tak mau dibeli,” ucapnya.

Sementara untuk harga sembako lainnya seperti gula, beras, minyak curah maupun kemasan masih normal.

”Yang sering naik dan turun harganya itu cuma telur saja, yang lainnya normal-normal saja,” ungkapnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Gustian Riau mengatakan kenaikan harga komoditas pangan memang sering terjadi pada hari-hari besar dan akhir tahun.

”Harga memang selalu naik saat hari besar,” katanya.(yui)