”Terima kasih kepada Allah, saya masih hidup dan baik-baik saja.” Kalimat itu menjadi unggahan pertama akun Facebook Aslan Nazaraliyev pasca kecelakaan pesawat milik maskapai Bek Air di Bandara Almaty, Kazakhstan, Jumat (27/12). Sebanyak 12 orang dilaporkan tewas. Delapan di antaranya tewas di lokasi kejadian, dua lainnya meninggal saat dirawat di bandara, dan sisanya mengembuskan napas terakhir di rumah sakit.

Pesawat nahas yang berisi 95 penumpang dan 5 kru itu lepas landas pada pukul 07.05. Tujuannya Bandara Nur-Sultan. Namun, di menit berikutnya, pesawat jenis Fokker 100 tersebut tiba-tiba hilang dari radar. Ia ternyata menyerempet pagar pembatas sebelum akhirnya menabrak rumah kosong dua lantai di dekat bandara. Pesawat yang diproduksi pada 1996 itu terbelah, tapi tak terbakar.

Nazaraliyev termasuk beruntung. Tempat duduk pengusaha terkenal di Kazakhstan tersebut tepat di samping bagian yang terbelah. Para penumpang di depannya rata-rata tewas atau terluka parah. Kementerian Kesehatan mengungkapkan, ada 53 korban luka, 9 di antaranya anak-anak. Di antara korban luka, 10 orang kritis.

Nazaraliyev menceritakan, pesawat bergetar keras sesaat setelah lepas landas. Orang-orang mulai berteriak. Tiba-tiba saja burung besi yang mereka tumpangi itu menghantam tanah dan terbelah. Dia dan beberapa penumpang yang selamat membantu korban lain untuk keluar. ”Situasinya sangat buruk dan gelap. Kami menggunakan sinar dari telepon,” ujarnya kepada BBC. Kala itu kabut memang cukup tebal.

Wakil Perdana Menteri Kazakhstan Roman Sklyar mengungkapkan, ekor pesawat menyentuh landasan dua kali saat lepas landas. ”Entah itu karena kesalahan pilot ataukah masalah teknis,” terang dia seperti dikutip Agence France-Presse.

Pasca kecelakaan, seluruh pesawat jenis Fokker 100 dikandangkan. Dengan kata lain, Bek Air tidak bisa beroperasi sama sekali. Sebab, seluruh pesawat Bek Air adalah Fokker 100. Pesawat itu sudah tidak diproduksi lagi setelah perusahaan pembuatnya bangkrut pada 1996. Namun, versi Bek Air, pesawat yang celaka tersebut lolos pengecekan Mei lalu.

Presiden Kassym-Jomart Tokayev berjanji memberikan kompensasi kepada para korban. Dia juga menyatakan akan menghukum berat siapa pun yang bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut. Komisi khusus telah dibentuk untuk menyelidiki insiden itu.