batampos.co.id – Kondisi cuaca di Provinsi Kepri masih akan terpengaruh musim angin utara. Angin kencang masih akan berpengaruh terhadap tingginya gelombang laut.
Prakiraan cuaca dalam sepekan ke depan diprediksi minim curah hujan. Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Klas I Hang Nadim, Suratman, mengatakan, dampak dari angin utara adalah kecepatan angin yang lebih besar dari biasanya.
“Kecepatan angin mencapai 10-35 kilometer per jam,” katanya, jumat (3/1/2020).
Dampak dari musim angin utara juga menyebabkan gelombang tinggi. Gelombang tinggi di Kepri, khususnya Natuna dan Anambas, bisa mencapai 3,5 meter. Sedangkan di Tanjungpinang dan Bintan mencapai 2,5 meter.

“Untuk Batam itu paling tinggi 1 meter,” ujar Suratman.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat yang berakvitas di laut, baik nelayan ataupun transportasi laut agar lebih berhati-hati.
Terutama, untuk daerah yang gelombangnya di atas 2,5 meter.
“Diimbau waspada dengan gelombang tinggi, apalagi gelombang 2,5 meter,” imbuh Suratman.
Sedangkan untuk kondisi cuaca di Kepri, khususnya Batam, hingga seminggu ke depan diperkirakan cerah. Kalau pun ada hujan, itu sifatnya lokal dan ringan.
“Seminggu ke depan minim hujan, beda dengan bagian selatan Indonesia yang memang memiliki potensi hujan. Suhu udara di Batam berkisar hingga 32 derajat celcius,” pungkas Suratman.(she)
