batampos.co.id – Memasuki Januari 2020, inflasi di Kepri diperkirakan akan meningkat. Tapi tekanannya lebih rendah dari Desember 2019.

“Perlu diwaspadai beberapa risiko inflasi ke depan, namun diperkirakan akan berada dalam kisaran sasaran inflasi nasional 2020 yakni sebesar 3 plus minus 1 persen (yoy),” kata Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kepri, Fadjar Majardi, Sabtu (4/1/2020).

Sejumlah potensi risiko pendorong inflasi di Kepri pada bulan ini yakni curah hujan dan gelombang tinggi yang masih terus berlangsung.

“Karena gelombang tinggi yang berasal dari periode angin musim utara memicu kelangkaan pasokan ikan segar,” tambahnya.

Ilustrasi

Dampak lainnya dari curah hujan dan gelombang tinggi ini juga akan menghambat jalur distribusi bahan makanan serta berdampak pada produksi sayuran.

“Peningkatan harga rokok karena kenaikan cukai pada 1 Januari dan penyesuaian upah dapat memicu inflasi secara umum,” paparnya.

Sebagai langkah pengendalian inflasi pada awal tahun ini, tim pengendali inflasi daerah akan berfokus pada kebijakan 4K.

“Yakni ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif sebagaimana tahun lalu,” jelasnya.

“Penguatan koordinasi serta sinkronisasi kebijakan akan terus dilanjutkan untuk pengendalian harga nanti,” tuturnya lagi.(leo)