batampos.co.id – Masyarakat pengguna Jalan Marina City kembali menagih janji pemerintah terkait pelebaran ruas jalan dari Simpang Basecamp hingga kawasan wisata terpadu Marina.

Pasalnya ruas jalan tersebut sudah tidak memungkinkan lagi sebab masih satu jalur dan kurang lebar. Kemacetan dan kecelakaan lalulintas kerap terjadi karena kendaraan yang berlalulintas cukup padat.

Warga kembali tagih sebab sebelumnya pemerintah telah menggaungkan rencana pelebaran jalan jalan tersebut.

Bahkan akhir tahun 2017 silam, Tim Terpadu telah menertibkan bangunan liar di sepanjang row jalan dengan alasan pelebaran akan segera dimulai, namun nyatanya hingga awal tahun 2020 ini jalan masih satu jalur.

Lebar jalan sudah tak sepadan lagi dengan volume kendaraan yang melintas.

“Marina ini bukan lagi sebatas lokasi wisata, tapi pemukiman yang sedang berkembang,” ujar Syahrul, warga perumahan Graha Mas, Marina, Senin (6/1/2020).

Ruas Jalan Marina City terlalu sempit. Hal itu sangat membahayakan bagi para siswa SMPN 47 dan pengendara yang melintas di ruas jalan tersebut. Warag setempat meminta Wali Kota Batam, Muhammad Rudi untuk segera melakukan pelebaran jalan di area tersebut. Foto; Eja/batampos.co.id

Menurutnya, pembangunan perumahan di kawasan tersebut sedang marak. Bahkan kini sudah sampai ke bagian dalam kawasan Marina.

“Sesak betul kalau keluar ke jalan raya. Kendaraan berjubel sampai ke luar aspal. Pagi dan sore hari pasti macet di depan SMPN 47 itu. Ya gimana lagi jalannya memang kesempitan,” jelasnya.

Selain mengganggu kelancaran arus lalulintas, sempitnya ruas jalan Marina City ini juga mengancam keselamatan siswa yang SMPN 47 yang lokasi persis di pinggir Jalan Marina City.

Bagaimana tidak, saat siswa keluar dari lingkungan sekolah langsung berhadapan dengan padatnya kendaraan di jalan depan sekolah mereka.

Zulfikar, warga perumahan Galaxy yang dekat dengan SMPN 47 mengatakan, sudah banyak siswa dan orangtua yang mengantar anaknya jadi korban kecelakaan lalulintas di lokasi tersebut.

Baik itu ditabrak kendaraan ataupun sekedar senggolan.

“Sudah banyak korban. Ya itu tadi, jalannya kurang lebar,” ujar dia.

“Tratoar jalan tak ada jadi tidak ada row jalan buat pejalan kaki. Anak-anak keluar dari sekolah harus desak-desakan dengan kendaraan,” katanya lagi.

Situasi jalan yang kurang nyaman ini kembali disuarakan masyarakat agar segera ditindak lanjuti.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi, saat bertatap muka dengan masyarakat Sagulung di Mall Top 100, Tembesi, Minggu (5/1/2020) malam, menyebutkan peningkatan dan pelebaran ruas jalan di Kota Batam tetap diprioritaskan selama dia menjambat sebagai Wali Kota.

Rudi yang telah mengisyaratkan akan kembali maju sebagai calon wali kota Batam pada pemilihan kepala daerah Juni mendatang, kembali menyakinkan masyarakat bahwa pelebaran jalan ini akan terus berlanjut dan tuntas di tahun 2025 mendatang.

“2025 harus tuntas. Makanya saya mohon dukungan dan doa bapak ibu. Semua jalan di kota Batam,” ujarnya.(eja)