batampos.co.id – Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) di Kepri akan digelar Juni mendatang. Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengisyaratkan ingin bertahan menjadi Walikota Batam ketimbang mencoba peruntungan di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kepri.

Hal ini bermula dari pernyataan Rudi yang menyebutkan pelebaran seluruh jalan protokol di Batam akan selesai pada 2025 mendatang bahkan rencana ini telah tertuang dalam RPJMD Kota Batam. Tidak sekadar menyampaikan cita-citanya ini, Rudi kembali memberi isyarat dalam satu pantun.

“Pantun saya begini. Pergi ke kebun memetik lada. Lada dipetik di saat panen. Tahun depan ada pilkada, jangan lupa sama Muhamad Rudi,” kata Rudi dalam acara pengukuhan pengurus organisasi masyarakat Maumere, Nusa Tenggara timur (NTT) di Seibeduk, Sabtu (4/1/2020).

Terkait infrastruktur, bukan rahasia lagi Rudi sangat antusias membangun infrastruktur di Batam. Selanjutnya ia menyampaikan, mudah-mudahan ada perubahan besar hingga 2025 mendatang. Menurut dia, kini Batam tidak lagi memiliki masalah dualisme kepemimpinan, BP Batam dan pemko Batam telah dipimpin satu orang, yakni sistem rangkap jabatan yang dilakoni oleh wali Kota Batam.

M Rudi
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

“Kini Allah, Tuhan, telah mengabulkan hanya satu pemimpin, artinya hanya satu komando. Maka seperti yang saya sampaikan tadi, bahwa 2025 jalan utama hingga jalan lingkungan akan selesai semua karena komandonya ada di Haji Muhammad Rudi,” papar dia.

Tidak hanya menyebut dirinya yang akan maju pada Pilkada, Rudi kini mulai terang-terangan menyebut nama istrinya yakni Marlin Agustina. Bukan rahasia umum, Marlin disebut-sebut bakal meramaikan bursa calon kepala daerah di Kepri.

Kepada warga, terutama kelompok ibu-ibu yang menemui permasalahan, Rudi mengimbau dapat menghubungi istrinya, Marlin Agustina Rudi.

“Jadi bapak-ibu, kalau bapak-bapaknya menghubungi saya, ibu-ibunya dengan ibu Marlin Agustina. Sambil gurau, tapi serius ya,” kata Rudi sambil tertawa.

Kemudian, Rudi juga meminta agar warga menghubunginya secara langsung, jika ada yang dikeluhkan. “Anggap saya abang, anggap kakak, anggap saudara. Berdiri sama tinggi, duduk sama rendah. Ini saya lakukan bukan untuk saya. Tapi untuk Batam lebih maju. Hanya satu kata, kita maju bersama,” harap dia.

Diakui, selama ini pembangunan dilakukan dengan dukungan warga dan Muspida Batam.

“Pembangunan bisa saya lakukan, karena dukungan bapak-ibu dan Muspida. TNI dan Polri sangat mendukung pembangunan yang kita nikmati saat ini,” imbuh dia. (iza)