batampos.co.id – Menanggapi kegalauan pengusaha, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengungkapkan, fokusnya saat ini yakni memperbaiki internal BP Batam.

Langkah pertama sudah dimulai sejak meresmikan SOTK baru sekitar dua pekan lalu.

“Sore ini, eselon-eselon dua sudah saya restui. Nanti mereka tanda tangan pakta integritas atau kontrak kerja dengan saya,” ujarnya, Senin (6/1/2020).

Tujuan pakta integritas untuk memberikan target kepada pejabat yang ditunjuk melalui SOTK baru ini.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi saat memberikan keterangan pers terkait 100 hari dirinya memimpin BP Batam. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Dalam kontrak ini saya minta beberapa hari bisa diubah. Yang jelas dalam minggu ini akan dilantik. Pertama, bereskan tata kelola barang dulu. Harus tertibkan,” tuturnya.

Ia mengaku, dalam tiga bulan ini bekerja dalam ritme yang berirama.

“Bukan saya tak kerja dalam tiga bulan ini, saya kerja full, tapi soft kerjanya,” jelasnya.

Sedangkan mengenai realisasi penghapusan UWTO untuk rumah 200 meter, Rudi mengatakan belum bisa melakukannya.

“Tak bisa sekaligus. Harus selesai pelan-pelan karena arahan dari menteri itu urus kampung tua dulu,” ungkapnya.(iza/leo)