batampos.co.id – Masyarakat Provinsi Kepri berkesempatan menikmati kebijakan keringanan pajak kendaraan berupa diskon pajak hingga 50 persen.

Pemberian potongan pajak kendaraan bermotor ini telah dimulai sejak 2 Mei 2019, dan masih diberlakukan hingga saat ini.

“Diskon pajak kendaraan masih (berlaku),” kata Kabid Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Provinsi Kepri melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendapatan BP2RD Kepri, Anjar Wijaya, Senin (6/1/2020).

Diskon atau penurunan pajak kendaraan tertuang di dalam Peraturan Gubernur Kepri Nomor 22 Tahun 2019 tentang Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor.

“Penurunan tarif pajak ini berdasarkan tahun pembuatan kendaraan,” jelasnya.

Menurut Anjar, untuk kendaraan dengan tahun pembuatan 1999 ke bawah, tarif pajaknya turun 50 persen dari pajak yang diterapkan sebelumnya.

Ratusan masyarakat Kota Batam mengantre membayar pajak dan mengurus balik nama kendaraan di kantor Samsat, Batam Centre. Masyarakat Provinsi Kepri masih berkesempatan menikmati kebijakan keringanan pajak kendaraan berupa diskon pajak hingga 50 persen. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Kendaraan tahun pembuatan 2000 hingga 2004 mengalami penurunan tarif 40 persen.

Sedangkan kendaraan bermotor dengan tahun pembuatan 2004 hingga 2007 tarif pajaknya diturunkan 30 persen.

Sementara, kendaraan dengan tahun pembuatan 2008 hingga 2011 tarif pajaknya dipangkas 20 persen.

Kemudian kendaraan dengan tahun pembuatan 2012 hingga 2014 mendapatkan pengurangan tarif pajak sebesar 10 persen.

Sebelumnya, Kepala BP2RD Kepri, Reni Yusneli, mengatakan, penyesuaian tarif pajak bertujuan meringankan beban pajak para pemilik kendaraan bermotor.

Terutama pemilik kendaraan tua. Karena sebelumnya banyak masyarakat pemilik kendaraan tua protes dan enggan membayar pajak yang dinilai terlalu tinggi.

Dengan adanya keringanan ini, ia berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat di dalam membayar pajak kendaraan bermotor.

Agus warga Sagulung mengaku sangat terbantu dengan adanya program diskon pajak kendaraan ini.

Menurutnya, program ini sangat tepat, khususnya bagi mereka yang memiliki kendaraan tua.

“Biasanya bayar Rp 3 jutaan kini jadi Rp 1,8 juta saja. Cukup membantu,” katanya.

Ia berharap kebijakan-kebijakan seperti ini bisa terus dikeluakan. Sehingga masyarakat menjadi lebih terbantu, khususnya dalam membayar pajak kendaraan.

“Kalau tak ada diskon seperti ini mungkin tak bayar pajak lagi, sebab mobil sudah tua,” tuturnya.(rng)