batampos.co.id – Sampah rumah tangga terlihat menumpuk di tempat penampungan sementara (TPS) di pinggir jalan di sekitar Seilekop.

Lokasi TPS berada tidak jauh dari kawasan galangan kapal itu sangat menganggu masyarakat terutama pengendara yang melintas di ruas jalan tersebut.

Empat bin kontainer yang disediakan, tidak mampu menampung tumpukan sampah.  Sampah bahkan berserakan hingga ke aspal jalan.

Tumpukan sampah tersebut sangat mengancam kesehatan warga. Aroma bau busuk, lalat serta ulat menyebar ke lingkungan sekitar.

Warga yang melintas harus menutup hidung untuk menghindari aroma yang tak sedap itu.

Ketua RW 13 Seilekop, Eti Punawi, menjelaskan, tumpukan sampah sudah terjadi sejak malam pergantian tahun lalu.

Penumpukan terjadi karena volume sampah yang dihasilkan warga selama hari raya Natal dan Tahun Baru sangat banyak.

Hal itu tidak diimbangi dengan pengangkutan ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Sampah rumah tangga terlihat menumpuk di tempat penampungan sementara (TPS) di pinggir jalan di sekitar Seilekop. Foto: Eja/batampos.co.id

“Terus terang saja, setiap hari saya ke sini cek dan memang masalahnya pengangkutan ke TPA kurang,” paparnya, Selasa (7/1/2020).

Menurutnya, sampah diangkut hanya satu kali dalam sehari. Sementara bin container di lokasi tersebut ada empat.

“Semuanya dipenuhi dengan tumpukan sampah. Ini jadi masalah serius kalau tidak segera ditangani,” ujarnya.

Senada disampaikan Rozikan. Petugas pengangkutan sampah dengan becak motor dari pemukiman ke lokasi TPS.

Penumpukan terjadi karena pengangkutan oleh truk pengangkut sampah ke TPA tersendat sejak awal tahun.

Ia berharap, pengangkutan sampah seharusnya dilakukan empat sampai lima kali dalam sehari.

“Yang tak angkut ini lama-kelamaan jadi meluber dan seperti ini (berserakan di badan jalan),” ujarnya.

Ia mengakui, sampah dari perumahan dis ekitar TPS memang sangat banyak. Karena itu  ia meminta agar jadwal pengangkutan ke TPA ditambah.

Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH ) Kota Batam, Faisal Novrieco, saat dikonfirmasi mengakui adanya penumpukan sampah tersebut.

Pihaknya sedang berupaya keras untuk segera membereskannya tumpukan sampah tersebut.

Menurutnya, hal itu terjadi karena ada Keterlambatan pengangkutan.

“Armada roll Sagulung rusak tiga unit, tapi secepatnya kami upayakan untuk segera diangkut,” ujar Faisal.(eja)