batampos.co.id – Sebanyak 727 warga Batam positif demam berdarah dengue (DBD) sepanjang tahun 2019. Jumlah ini meningkat cukup tinggi dibandingkan tahun 2018 yang hanya 639 kasus.

Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi mengakui jumlah penderita DBD meningkat tahun 2019. Namun, jika dipersentasekan jumlah kasus DBD di Batam, lebih rendah dibanding Singapura.

“Tahun 2019, memang ada peningkatan dibandingkan 2018. Sekitar 88 kasus,” ujar Didi.

Karena itu, ia berharap agar peran serta masyarakat untuk pencegahan DBD lebih ditingkatkan.

Terutama disaat curah hujan mulai tinggi. Karena tingkat hujan yang tinggi cenderung menjadi tempat berkembang biak nyamuk aedes agepty.

Ilustrasi

“Jadi perlu peran masyarakat untuk bersama-sama mencegah penyebaran DBD di lingkungan sekitar,” katanya.

Menurut dia, masyarakat terutama yang memiliki balita harus lebih waspada terhadap virus ini.

Sebab DBD kebanyakan di derita oleh balita. Karena itu, ia mengimbay masyarakat untuk lebih waspada, sebab mencegah lebih baik daripada mengobati.

“Imbauan terus kami galakan. Kami juga minta Camat dan Lurah untuk mengimbau masyarakat agar waspada terhadap DBD,” tutur Didi.

Masih kata Didi, upaya yang harus dilakukan masyarakat dalam mencegah DBD, diantaranya 3M plus.

Caranya dengan menguras dan menyikat tempat penampungan air seperti bak mandi dan drum.

Kemudian menutup rapat-rapat tempat penampungan air dan mengubur atau memanfaatkan kembali barang bekas yang dapat menampung air hujan seperti botol bekas, ban bekas dan lainnya.

Cara lain adalah dengan menutup wadah air yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamu aedes aegypti, menggant air vas bunga seminggu sekali, mengenringkar air di alas pot bunga, memperbaiki saluran air dan talang air yang rusak.(she)