batampos.co.id – Masyarakat di Batuaji dan Sagulung kembali menyuarakan keterlambatan pengurusan kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).

Mereka yang belum memiliki e KTP merasa dipersulit sebab pengurusan sejak tahun 2018 lalu tak kunjung kelar.

Pekan pertama diawal tahun 2020 ini, mereka ramai mendatangi kantor kecamatan untuk mempertanyakan kejelasan e-KTP mereka.

Lagi-lagi kekecewaan yang mereka dapat sebab, fisik e KTP yang dinantikan tak kunjung jadi. Selain pulang dengan kecewa, tidak sedikit yang meluapkan amarah kepada petugas kantor kecamatan.

Seperti yang dilakukan Sugianto, warga Dapur 12, Sagulung di kantor kecamatan Sagulung, Rabu (8/1/2020) pagi.

Dia marah-marah dengan petugas di loket pelayanan e KTP karena e KTP yang sudah diurus sejak awal tahun 2018 lalu belum juga jadi.

“Sudah setahun lebih saya tak pegang KTP, mau sampai kapan begini terus,” katanya.

Ia mengaku kesulitan untuk mengurus segala sesuatunya. Dikarenakan tidak memiliki e KTP.

“Terus kami yang belum punya ini bagaimana?. Dimana hati nurani bapak ibu yang pegang kuasa dengan e KTP ini,” ujarnya dengan suara tinggi.

Seorang warga melakukan perekaman e-KTP. Hingga saat ini Kota Batam masih mengalami kekosongan blanko e-KTP. Foto: batampos.co.id/Dalil Harahape ktp

Begitu juga dengan Sumarni, warga Tembesi. Ia juga marah-marah dengan petugas kecamatan karena e KTP yang direkamnya pertengahan tahun 2018 lalu juga belum tercetak.

“Sampai kapan pak mau begini terus? Apa kami tak punya hak milik e KTP. Satu dua bulan okelah tunggunya, tapi ini tahunan pak. Kapan lagi jadinya. Mohon dipastikan pak,” ujarnya.

Pantauan Batam Pos di lapangan, petugas kecamatan umumnya pasrah dengan pertanyaan dan aksi marah-marah masyarakat tersebut.

Mereka tak bisa berbuat banyak sebab ketersendatan pengurusan e KTP ini karena kekosongan blangko.

“Itu masalah nasional. Wewenang (pengadaan blangko) di pusat bapak ibu,” ujar seorang petugas di kantor camat Sagulung kepada warga.

“Kalau bisa kami buat sendiri sudah dari dulu kami buat,” katanya lagi.

Situasi yang sama juga terjadi di kantor Kecamatan Batuaji. Ratusan warga mempertanyakan kesiapan fisik e KTP mereka sejak awal tahun lalu.

Penjelasan dari pihak kecamatan sama. Mereka tak bisa pastikan kapan akan rampung pencetakan fisik e KTP. Sebab, stok blangko e KTP yang didatangkan sangat terbatas.

“Itulah masalahnya (blangko kosong). Untuk apa kami lama-lamakan kalau memang ada blangko,” kata Camat Batuaji, Ridwan.

Menurutnya, tidak ada untungnya sama sekali memperlambat proses pencetakan e KTP warganya.

“Ini persoalan dari pusat bukan kami atau Pemko Batam,” ujarnya.

Keluhan masyarakat akan keterlambatan pengurusan fisik e KTP disebutkan Ridwan, wajar. Sebab sudah cukup lama dinanti.

Namun mereka tak mampu berbuat banyak selain meminta warga bersabar.

“Ada sekitar 7000-an yang belum dicetak. Wajar mereka marah atau kecewa, ya mau gimana lagi. Kami hanya bilang bersabar sebab kapan ini diselesaikan kami juga tak tahu pasti,” ujar Ridwan.(eja)