batampos.co.id – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Barelang berhasil mengungkap jaringan judi online, Minggu (5/1/2020) sore di salah satu perumahan mewah di Batam Center.

Dari pengungkapan ini, polisi mengamankan dua tersangka, yakni El, 28, dan Fw, 23.
El merupakan master agen, sedangkan Fw, pemain.

Dari tangan tersangka polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 6,3 juta, empat buku tabungan, dan mesin token.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Prasetyo Rachmat Purboyo, mengatakan, jaringan judi online ini memiliki omzet hingga Rp 1 miliar.

Modusnya, setiap pemain memiliki nomor identifikasi pribadi (id) dan memesan melalui master agen.

“Yang kita amankan ini hanya kakinya saja. Kita masih kembangkan karena dugaan masih ada jaringan atau atasannya,” kata Prasetyo, Selasa (7/1/2020).

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Prasetyo Rachmat Purboyo, menunjukkan barang bukti kasus judi online saat ekspos di Mapolresta Barelang, Selasa (7/1/2020). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Prasetyo menjelaskan server judi yang dilayani tersangka di antaranya judi online bola, poker dan sie jie.

Dari buku tabungan yang diamankan, diketahui tersangka setiap melakukan transaksi mencapai ratusan juta.

“Jumlah uang di tabungan itu mencapai satu miliar. Namun, aliran dana ini masih kita selidiki,” kata Prasetyo.

Prasetyo menegaskan akan mengungkap seluruh bandar dan pemain judi online tersebut.

“Untuk kasus ini masih ada yang DPO (daftar pencarian orang). Nanti kita selidiki apakah ada mengarah ke tindak pidana pencucian uang,” tegasnya.

Dari pengakuan El, aktivitas judi online tersebut sudah berlangsung selama 2 tahun. Ia bertugas membuat id pemain, dan mendata rekapan pasangan dan taruhan pemain.

”Baru saja jalan,” ujarnya singkat.

Atas perbuatannya, untuk master agen dijerat pasal 303 ayat 1 KUHP dengan ancaman 10 tahun penjara, dan untuk pemain dijerat pasal 303 BIS KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.(opi)