batampos.co.id – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini mengalami perubahan persentase kuota yang diterima berdasarkan zonasi tempat tinggal.

Meskipun digelar online, namun ada perubahan jumlah siswa berdasarkan kategori penerimaan.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Hendri Arulan, mengatakan, PPDB tetap dibuka dengan sistem online atau daring.

Namun, tahun ini, ada kebijakan baru terkait jumlah siswa dari masing-masing jalur yang dibuka.

Ia menyebutkan, berbeda dengan tahun lalu, penerimaan melalui zonasi atau lingkungan tempat tinggal sekolah, turun dari 80 persen menjadi 50 persen.

Angka tersebut akan diambil dari total kuota atau daya tampung yang disiapkan pihak sekolah.

“Itu yang cukup signifikan perubahannya. Jadi, orangtua jangan kaget nanti saat PPDB dimulai. Mereka dengan jarak rumah terdekat, akan lebih diprioritaskan,” kata dia, Selasa (7/1/2020).

Suasana PPDB di salah satu sekolah negeri di Kota Batam. Foto: Cecep Mulyana/ batampos.co.id

Selain perubahan persentase zonasi, jalur penerimaan siswa baru bertambah dari tiga menjadi empat.

Tahun lalu, PPDB dibuka melalui jalur zonasi atau lingkungan, prestasi dan perpindahah. Untuk tahun ini, ditambah jalur afirmasi atau warga yang kurang mampu.

“Jadi, itulah jalur yang bisa dipilih orangtua nanti. Masing-masing jalur ada syaratnya,” kata dia.

“Nanti jelang PPDB dibuka, akan kami umumkan. Orangtua tinggal pilih sesuai situasinya,” jelasnya lagi.

Ia menyebutkan, untuk persentase zonasi, akan diterima sebanyak 50 persen, perpindahan orangtua 5 persen, prestasi 30 persen dan afirmasi 15 persen.

Untuk afirmasi, harus mengantongi Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan dinyatakan tidak mampu.

“Itu untuk warga yang miskin atau tidak mampu,” imbuh Hendri.

Hendri berharap, penerimaan jalur prestasi ini bisa membantu prestasi sekolah dan menambah daya saing untuk berprestasi antarsiswa.

“Tujuannya baik, agar standar pendidikan tetap ada dan sekolah di Batam bisa menjadi acuan daerah lain di Kepri tentunya,” ucapnya.

Persiapan sudah dimulai dari sekarang, terutama menghitung kapasitas daya tampung setelah adanya tambahan satu sekolah baru tahun lalu yang sudah rampung dibangun.

“SMPN 58 sudah ready, tinggal proses pemindahaan siswa ke gedung baru saja lagi,” kata dia.(yui)