batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II meneken kerja sama awal revitalisasi Pelabuhan Batuampar di Gedung Marketing Center Kantor BP Batam, Selasa (7/1/2020).

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, tindak lanjut kerja sama ini, yakni pengerjaaan fisik yang akan dimulai Maret mendatang.

Rudi menyebutkan, Pelindo II yang berkonsorsium dengan Pelindo I dan PT Persero Batam menjanjikan perubahan fisik selama enam bulan pengerjaan.

”Janjinya enam bulan terhitung sejak Maret itu ada perubahan pembangunan fisik di Batuampar,” kata Rudi usai pertemuan tersebut.

Rudi menyampaikan, BP Batam menginginkan jalan masuk pelabuhan tersebut dapat ditingkatkan. Dengan harapan akan mendukung aktivitas di pelabuhan tersebut.

”Begitu selesai mudah-mudahan proses di pelabuhan yang lama sudah berjalan sesuai dengan standar nasional. Kedua, tentu ada pelebaran pelantar (dermaga), itu tahap kedua,” imbuh Rudi.

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Batuampar, Batam, beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Ia mengatakan, tujuan merevitalisasi pelabuhan Batuampar, salah satunya untuk meningkatkan kapasitas bongkar muat.

”Sekarang 350 ribu TEus (Twenty Foot Equivalent Unit), kami harapkan dapat meningkat lebih dari 1 juta Teus. Artinya meningkat tiga kali lipat,” papar Rudi.

Soal peningkatan kapasitas Pelabuhan Batuampar, bukan kali ini saja disuarakan Rudi, bahkan pada lain kesempatan Rudi sempat memiliki target yang lebih tinggi yakni hingga 5 juta TEUs per tahun.

”Untuk itu, alat pembongkaran di pelabuhan tersebut harus disempurnakan,” kata Rudi pertengahan Oktober lalu.

Terhitung sejak Oktober itu, hingga empat bulan selanjutnya, ia menajnjikan ada progres terkait revitalisasi Pelabuhan Batuampar. Hingga kini dijemput dengan penandatanganan kerja sama dengan Pelindo II.

Saat menghadiri acara warga Maumere di Seibeduk, Sabtu (4/1) lalu Rudi mengaku pembenahan pelabuhan Batuampar merupakan salah satu pintu masuk investasi ke Batam.

Dua hal lain yakni pembenahan Bandara Hang Nadim Batam dan memudahkan perpanjangan izin UWT.

”Pelabuhan kalau dulu satu jam, crane hanya bisa pindahkan satu atau dua kontainer. Nanti dengan alat modern, hanya butuh 3-5 menit,” sebutnya.

Sementara Bandara Hang Nadim Batam digadang-gadang akan menjadi hub internasional. Dengan demikian, aktivitas di Bandara Batam akan semakin ramai.

”Jika sudah begini, sumber pendapatan BP dari bandara, pelabuhan dan UWTO, sangat cukup untuk membangun Batam,” pungkasnya.(iza)