batampos.co.id – Setelah lama dihiasi crane-crane tua, Pelabuhan Batuampar kini  memiliki crane modern, yakni harbour mobile crane (HMC).

Lokasinya ada di dermaga utara pelabuhan bongkar muat tersebut. HMC ini memiliki tinggi sekitar 20 meter dan mampu mengangkat kontainer sampai dengan 100 ton.

Direktur Promosi dan Humas Badan Pengusahaan (BP) Batam, Dendi Gustinandar, mengatakan HMC ini ditemani rubber tyred gantry (RTG).

”Yang satu HMC untuk mengangkat barangnya dan RTG untuk menumpuknya,” jelasnya, Selasa (7/1/2020).

HMC dan RTG ini didatangkan Pelindo I yang bekerja sama dengan BP Batam. Keduanya datang pada Agustus lalu.

Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Batuampar. Pelabuhan Batuampar kini memiliki harbour mobile crane. Crane tersebut dapat mengangkat kontainer dengan berat hingga 100 ton. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Tapi, khusus untuk HMC sifatnya sementara. Pasalnya ketika container yard (CY) sudah selesai dibangun, maka HMC akan ditarik dan diganti dengan Q-Qrane yang ukurannya lebih besar.

HMC dapat mempersingkat masa penimbunan peti kemas atau dwelling time karena mampu mengangkut 40-an kontainer dalam sejam.

Hal ini jelas membantu pengusaha dalam menghemat ongkos logistik di Batam yang mahal.

Namun, HMC sebenarnya digunakan untuk pelabuhan yang cukup besar, sedangkan kapasitas Pelabuhan Batuampar sangat kecil.

Makanya Batuampar akan dilebarkan. Tahap awal dimulai dengan pengerukan alur laut.

”Hal yang paling utama itu pengerukan. Kalau itu selesai, maka alat-alat tersebut bisa dioptimalkan,” jelasnya.

“Kalau sudah dikeruk, maka kapal-kapal besar bisa bersandar,” paparnya lagi.(leo)