batampos.co.id – Setelah gerhana matahari cincin yang terjadi pada Kamis (26/12/2019) lalu, fenomena alam kembali terjadi.

Diprakirakan pada Sabtu (11/1/2020), akan terjadi Gerhana Bulan Penumbra. Kepala Seksi Data dan Informasi (Kasi Datin) BMKG Hang Nadim Batam, Suratman, mengatakan, gerhana bulan terjadi ketika posisi matahari, planet bumi dan bulan berada dalam satu garis lurus.

Posisi demikian akan membuat bayangan bumi menutupi bulan. Sehingga belahan bumi yang mengalami malam hari akan melihat bulan menghilang sejenak.

“Nantinya untuk wilayah Indonesia juga bisa melihat peristiwa gerhana bulan penumbra,” ujarnya, Kamis(9/1/2020).

Menurutnya masyarkat dapat langsung melihat gerhana bulan penumbra dengan mata telanjang.

“Tidak berbahaya sama sekali,” ujarnya.

Ilustrasi gerhana bulan. Foto: Jawa Pos

Gerhana bulan penumbra dimulai ketika posisi matahari, bumi dan bulan berada pada satu garis lurus secara berturut-turut.

Posisi ini bisa terjadi karena bumi dan bulan sama- sama melakukan revolusi yaitu mengelilingi matahari sebagai pusat dari tata surya.

Setelah berada di satu garis lurus maka bagian belakang bumi yang tidak terkena sinar matahari akan membentuk bayangan yang terdiri dari dua jenis.

Yaitu bayangan inti yang gelap (umbra) dan bayangan samar-samar (penumbra). Bayangan umbra terdapat tepat di sisi belakang bumi yang bentuknya mengerucut.

Sementara penumbra berada di sekitar bayangan umbra dan bentuknya semakin jauh semakin melebar.

Biasanya bayangan penumbra lebih luas daripada banyangan umbra. Kemunculan bayangan umbra dan penumbra akan mengenai permukaan bulan kala itu.

Permukaan yang terkena umbra akan mengalami gerhana bulan utama. Apabila semua permukaan bulan tertutupi oleh umbra maka gerhana yang terjadi adalah gerhana bulan total.

Namun apabila permukaan bulan yang tertutupi hanya sebagian saja maka gerhana yang terjadi adalah gerhana bulan sebagian.

Sementara apabila bulan hanya berada di bayangan penumbra Bumi maka gerhana bulan yang terjadi adalah gerhana bulan penumbra.

“Ddampak dari gerhana bulan penumbra menurunya suhu udara tetapi tidak terlalu signifikan serta menyebabkan air laut pasang,” jelasnya.

Menurutnya, wilayah Provinsi Kepri akan terkena dampak dari gerhana bulan penumbra.

“Hanya saja kami tidak punya alat untuk mengukurnya,” katanya.

Suratman mengatakan, durasi gerhana dari fase gerhana adalah 4 jam 08,7 menit, tutupnya.(nto)