batampos.co.id – Tahun ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam mencatat selama 2019 ada 28.447 bayi yang lahir. Dari jumlah tersebut jika dirata-ratakan perbulan sekitar 2.370 bayi yang lahir di kota industri ini.

Karena itu pula, Dinkes Kota Batam berencana menambah fasilitas kesehatan berupa Pos Pelayanan Terpadu (posyandu).

Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan direncakana ada 10 posyandu yang disiapkan untuk memaksimalkan pelayanan bayi di bawah lima tahun (balita).

Kata dia, peningkatan kebutuhan posyandu ini tak terlepas dari angka kelahiran bayi di Batam yang cukup tinggi.

“Tahun 2019 ada 28.447 bayi yang lahir. Sedangkan total balita tercatat 151.003 jiwa dan jika dihitung jumlah kebutuhan, maka Batam butuh seribu lebih posyandu,” jelasnya, Rabu (8/1/2020).

Saat ini lanjutnya, masih kurang 500 posyandu di Kota Batam. Ia menyebutkan, satu posyandu melayani maksimal 100 balita.

Karena itu, pihaknya masih harus memaksimalkan keberadaan puskesmas di Kota Batam.

Kader Posyandu Bunga Barelang RW 18 Tanjunguncang, Batuaji, mengukur tinggi anak yang datang ke posyandu. Pada 2019, Dinkes Kota Batam mencatata ada sekitar 2.370 bayi yang lahir di kota Batam.
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

Ia menyebutkan, saat ini memang sudah ada 520 posyandu yang tersebar di kelurahan yang ada di Batam.

Pembangunan posyandu terus dimasukkan dalam rencana pembangunan setiap tahunnya, sebab keberadaan posyandu sangat penting membantu ibu dan balita.

Tahun lalu, sebanyak 38 posyandu dibangun Pemko Batam untuk memenuhi kebutuhan.

Menurutnya, pertumbuhan penduduk cukup tinggi sehingga berdampak terhadap ketersediaan posyandu.

”Makanya tahun ini kami tambah lagi 10 posyandu. Mudah-mudahan bisa membantu perawatan dan kontrol balita,” ujarnya.

Satu posyandu, lanjutnya, memiliki tujuh kader dan masing-masing menerima honor Rp 200 ribu setiap bulannya.

Kader ini yang bertugas melayani orangtua dan balita seperti tumbuh kembang bayi.

”Orangtua harus rajin cek. Karena kalau anak bermasalah, misalnya kurang gizi dan lainnya, bisa segera ditangani,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, berharap keberadaan posyandu bisa bermanfaat dan dioperasikan sebaik mungkin dalam pelayanan kesehatan balita.

”Jangan sampai setelah dibangun malah tak difungsikan. Kan sangat disayangkan. Pemko sudah berusaha membangun sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tutupnya.(yui)