batampos.co.id – Dua granat tangan aktif ditemukan di rumah Sukiarsih, warga Desa Bandar, Sukomoro, Magetan, Selasa malam (7/1/2020).

Sukiarsih mengatakan, baru tahu di lemari bufetnya tersimpan bahan peledak tersebut.

“Lemari itu memang kerap dikunci. Jarang saya buka,” kata Sukiarsih.

Ia mengaku tidak mengetahui jika yang tersimpan di dalam lemarinya adalah granat aktif. Saat bersih-bersih rumah, ia mempertanyakan benda tersebut kepada putranya yang kaget melihat ada granat di dalam lemari tersebut.

‘’Akhirnya saya suruh lapor polisi,’’ ujarnya.

Dia mengungkapkan bahwa Suradi, almarhum suaminya, memang pensiunan anggota Polri sejak 1991.

Setelah meninggal, baru kali ini dia berani menanyakan benda-benda yang disimpan suami pada anaknya.

Lemari itu pun dulunya untuk menyimpan benda-benda mendiang suami.

Tim Jihandak saat mengamankan dua granat tangan aktif dari dalam lemari di kediaman Sukiarsih. Foto: Jawa Pos

‘’Jadi, memang jarang dibuka,’’ akunya.

Wakapolres Magetan, Kompol Djumadi, mendapat laporan dari babinkamtibmas setempat sekitar pukul 17.00 Selasa (7/1/2020).

Garis polisi langsung dipasang guna mengamankan lokasi. Pihaknya pun meminta bantuan tim jihandak. Tim dari Madiun tiba di lokasi sekitar pukul 20.00.

‘’Langsung kami amankan dari lemari,’’ ujarnya.

Djumadi membenarkan dua handak itu granat tangan aktif. Sehingga, harus segera diamankan.

Empat anggota tim jihandak mengamankan granat tersebut. Sepuluh menit mereka masuk ke rumah dan keluar dengan dua granat dibungkus wadah pengaman.

‘’Langsung dibawa ke Mako Brimob di Madiun,’’ jelasnya.

Dia juga membenarkan mendiang suami Sukiarsih adalah pensiunan Polri. Tugas terakhirnya sebelum pensiun di Polsek Panekan.

Dia juga belum tahu apakah kedua handak itu milik almarhum Suradi. Kuat diduga benda itu sengaja disimpan Suradi.

Bahkan, tidak diberitahukan ke keluarganya sampai dia meninggal.

‘’Yang ditemukan hanya ini (dua granat) dan sudah aman,’’ sebutnya.(fat/c1/sat/jpg)