batampos.co.id – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Batam Kepri memastikan pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemko Batam akan mengikuti tes di Kantor UPT BKN Batam, tepatnya di Gedung Bersama Pemko Batam di lantai 5.

Kepala UPT BKN Batam Kepri, Delpa Nopri Kasmi, mengatakan, keputusan ini telah melewati pertimbangan matang.

Untuk diketahui, jumlah pelamar CPNS Pemko Batam yang berhak mengikuti tahapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sebanyak 3.754 orang. Jumlah ini disebut masih bisa tertampung di UPT BKN Batam Kepri.

”Nanti Pemko Batam salah satu instansi gelombang pertama, perkiraan dengan jumlah ini digelar hingga hari ke-15 atau 16,” ujar Delpa di Kantor UPT BKN, Rabu (8/1/2020).

Sebelumnya, UPT BKN mempertimbangkan pelamar CPNS Pemko Batam tidak mengikuti tes di lokasi ini.

Dengan asumsi, jumlah pelamar yang cukup banyak yang bercermin pada CPNS tahun lalu hingga 7 ribu orang. Awalnya, seleksi CPNS di UPT BKN di prioritaskan untuk instansi vertikal.

Pelamar CPNS 2019 mengikuti simulasi tes CPNS menggunakan Computer Assisted Test (CAT) di kantor UPT BKN Batam, Kamis (5/12) lalu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

”Tapi ternyata yang dari Pemko Batam masih bisa. Kalau untuk instansi vertikal sedang disusun jadwalnya,” katanya.

Untuk daerah lain di Kepri yang masih di bawah wilayah tugas UPT BKN Batam Kepri, akan melaksanakan tes secara mandiri.

Artinya, lokasi hingga komputer disiapkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

”Kami hanya siapkan server dan petugasnya,” imbuhnya.

Sementara itu, UPT BKN kembali membuka kesempatan para pelamar mencoba simulasi tes Computer Assisted Test (CAT), Rabu (8/1/2020).

Kesempatan ini menjemput semangat banyak pelamar yang ingin mencoba simulasi. Sejatinya, sebelumnya UPT BKN telah menggelar kegiatan serupa dalam dua gelombang awal pada perte-ngahan Desember 2019 lalu.

”Hari ini (kemarin) pesertanya sebanyak 150 orang. Kalau yang dulu kami buka kuota 800 tapi yang hadir 580 orang saja, ini kami sesali padahal pelamar lain banyak yang butuh, makanya kami buka lagi hari ini (kemarin),” papar dia.

Menurut dia, pelamar yang sudah mendaftar simulasi dan tidak ikut, akan di-blacklist tidak bisa mengikuti simulasi di kemudian hari.

Sesuai simulasi pada bulan lalu, dari 800 kuota yang disediakan dan hanya diikuti 584 orang, yang lolos passing grade sebanyak 203 orang.

Peserta mengaku terbantu dengan kegiatan simulasi ini, salah satunya Sumardin. Ia mengaku dengan mengikuti simulasi dia akan mengetahui apa yang masih kurang dan harus ia persiapkan lagi.

”Tadi hanya TIU (Tes Intelegensia Umum) saja yang kurang, saya dapat 25 padahal passing grade-nya 80. TWK (Tes Wawasan Kebangsaan) dapat 85, melebihi passing grade 65, begitu juga TKP (Tes Karakteristik Pribadi) saya dapat 197 sedangkan passing grade 126,” imbuhnya.

”Saya optimis kali ini saya akan lulus, tahun lalu (2018) saya gagal,” pungkasnya.(iza)