batampos.co.id – Menghadapi mudik Imlek, operator kapal siapkan armada tambahan selama puncak arus mudik berlangsung.

Beberapa daerah tujuan yang ramai di antaranya Bengkalis, Selatpanjang, Tanjungbalai dan rute lainnya.

Humas Dumailine Batam, Asmadi, mengatakan, arus mudik Imlek diperkirakan mulai terjadi minggu depan.

Lonjakan penumpang akan mulai terlihat 22 hingga 24 Januari atau satu hari jelang perayaan.

“Kapal sudah ready. Jadi pemudik nanti tidak usah khawatir. Penjualan tiket juga sudah dibuka bagi mereka yang ingin mudik,” kata Asmadi, Jumat (10/1/2020).

Ia menjelaskan harga tiket masih sama dan tidak mengalami kenaikan. Mengingat jarak tempuh cukup dekat, kapal yang mengangkut pemudik bisa langsung kembali ke Batam untuk kembali berlayar.

Aktivitas di Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS). Operator kapal akan menambah armada untuk menyambut mudik Imlek 2020. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Biasanya yang berangkat mencapai ribuan dalam satu hari. Terutama saat peak season, kapal selalu penuh,” ujarnya.

Mengenai cuaca, Asmadi menyebutkan sejauh ini masih normal dan bisa dilalui.

Ketinggian ombak masih berada di batas normal. Kapten kapal sudah paham mengenai situasi ini. Kapal tidak bisa berangkat jika hujan yang disertai angin.

“Kalau kondisi ini pasti kami menunda pelayaran,” sebutnya.

Asmadi menyebutkan untuk puncak arus mudik, saty hari kapal bisa berangkat lima hingga enam untuk satu daerah tujuan.

Untuk itu, bagi pemudik yang ingin membeli tiket saat ini sudah bisa.

“Biasanya mereka kalau rame langsung booking satu kapal,” imbuh Asmadi.

Sementara itu, Kepala Pos Syahbandar PDS, P. Samosir, mengatakan, arus pelayaran hingga saat ini masih lancar dan aman untuk dilalui.

Ia berharap jelang arus mudik Imlek nanti, cuaca tetap bagus dan pelayaran berjalan sesuai jadwal.

“Sejauh ini tidak ada masalah yang berdampak terhadap ditundanya keberangkatan penumpang,” ucapnya.

Ia mengungkapkan saat Imlek, jumlah arus keberangkatan memang mengalami peningkatan jika dibandingkan hari biasa.

Menghadapi keadaan ini, ia meminta penumpang membatasi barang bawaan, karena akan berdampak bagi kapal nantinya.

“Biar kapal tidak kelebihan muatan. Jadi bawa seadanya saja,” kata dia.(yui)