batampos.co.id – Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepulauan Riau (Kepri) mencatat ada tiga kasus pencabulan di awal 2020.

Wakil KPPAD Kepri, Titi Sulastri, mengatakan, para pelaku pencabulan dikenal oleh para korbannya.

“Satu kasus di Bintan, dua kasus di Tanjungpinang,” katanya, Jumat (10/1/2020).

Ia menjelaskan, kasus yang terjadi di Bintan, bermula si anak berkenalan dengan seseorang melalui media sosial.

Lalu mereka berjanji bertemu di jelang tahun baru.

“Dan saat tahun baru itulah terjadi itu (tindak pencabulan),” ungkap Titi.

Akibat si anak tidak pulang, orangtua melaporkan kehilangan anaknya di kepolisian. Namun beberapa waktu, si anak akhirnya pulang setelah di antarkan kenalannya di media sosial tersebut.

Ilustrasi

“Kasus yang di Bintan ini, mirip dengan satu kasus lainnya di Tanjungpinang. Mirip dan persis, saat akan merayakan tahun baru juga,” ucapnya.

Satu kasus lainnya yakni pencabulan dilakukan keluarga terdekat korban.

“Kasus lainnya di Tanjungpinang. Anak perempuan 16 tahun dicabuli orang terdekatnya juga. Kasus ini masih dalam proses,” ujarnya.

Titi meminta masyarakat harus lebih peduli terhadap kasus yang melibatkan anak di bawah umur.

Pasalnya kata dia, kasus tersebut biasanya melibatkan orang yang dikenal oleh korban.  Ia berharap ke depan masyarakat lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya.

“Jangan biarkan anak berpergian dengan orang-orang tidak dikenal. Atau curigai ada perubahan sikap sama si anak,” ujarnya.

Ia mengatakan dari Undang-Undang mengenai anak, peran masyarakat juga sangat dibutuhkan. Masyarakat, kata Titi harus lebih peduli.

“Misalnya melihat anak tetangganya pulang larut malam, yang ditegur. Atau setidaknya ini disampaikan ke orangtuanya. Namun budaya seperti ini sudah mulai pudar,” ucapnya.

Ia berharap ke depan masyarakat lebih peka dan memperhatikan sekelilingnya. Dan berani menyampaikan hal-hal yang tidak sesuai dengan etika dan norma.

“Apabila peran masyarakat ditingkatkan, pasti bisalah meminimalisir kejahatan terhadap anak,” pungkasnya.(ska)