batampos.co.id – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, melantik 236 pejabat eselon II, III, dan IV di lingkungan BP Batam, Jumat (10/1/2020) sore di Hotel Harmoni One, Batam Centre.

”Kami diberi tugas berat. Tapi saya belum bisa bergerak karena struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) belum selesai,” kata Rudi saat memberikan arahan kepada para pejabat yang baru dilantik tersebut, Jumat (10/1/2020) sore.

“Sekarang sudah selesai. Jadi, sekarang bagaimana selesaikan tugas dan tanggung jawab. Semuanya bisa ringan kalau dikerjakan dengan hati,” katanya lagi.

Biasanya, BP Batam melantik pejabatnya di Lantai 3 Balairungsari, Gedung BP Batam. Tapi khusus untuk pelantikan kali ini, dilakukan di Hotel Harmoni One.

Penyebabnya, karena BP juga turut mengundang istri atau suami serta kerabat dari peja-bat-pejabat yang dilantik.

Total undangan mencapai 1.700 orang sehingga dibutuhkan aula utama hotel yang memadai.

Rudi ingin agar istri-istri dan suami-suami memahami tugas dari pasangannya selama mengabdi di BP Batam.

Ia juga sekaligus memberikan arahan agar pejabat BP Batam selalu didukung secara moril agar bersemangat dalam bekerja.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, melantik pejabat eselon II, III, IV dan unit usaha di lingkungan BP Batam di Hotel Harmoni One, Jumat (10/1/2020). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Rudi memberikan target kepada para pejabat baru ini dalam tempo tiga bulan untuk menciptakan gebrakan.

”Saya beri kesempatan tiga bulan. Kalau tidak ada perubahan, maka saya akan cabut wewenangnya,” tambahnya.

Adapun, pelantikan berdasarkan SOTK baru ini banyak yang menempatkan pejabat lama di jabatan baru. Kemudian, ada juga, pergantian nama dari beberapa Direktorat BP Batam.

Direktur Pengelolaan Lahan saat ini ditempati Ilham Eka Hartawan. Sedangkan Direktur Lalu Lintas Barang, ditempati Purnomo Andiantono.

Untuk Direktorat Promosi dan Humas BP Batam sekarang menjadi Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam. Kepala Bironya adalah Dendi Gustinandar.

Rudi berharap, dengan pelantikan SOTK baru ini, maka dapat mengembalikan kejaya-an BP Batam seperti 30 tahun lalu.

”Dulu, kalau orang Otorita Batam datang, maka seperti malaikat tampaknya, tapi sekarang biasa saja,” paparnya.

Selain itu, fokus BP Batam adalah meningkatkan pendapatan negara bukan pajak (PNBP). Tahun lalu, PNBP BP Batam naik empat persen menjadi Rp 1,3 triliun.

Dan tahun ini, Rudi menargetkan PNBP naik menjadi Rp 2 triliun. Ia juga berpesan agar seluruh karyawan BP menjalankan tugasnya sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.

”Jangan kerjakan sesuatu di luar wewenangnya. Saya ini dititip KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) mengenai permasalahan BP. Jangan sampai pegawai saya tersangkut hukum karena saya akan lepas nanti,” ungkapnya.

Rudi juga menekankan bahwa kerjaan fisik BP Batam seperti pembangunan jalan dan jembatan harus selesai sebelum berakhirnya tenggat pengerjaan di akhir tahun.

Ia juga mengingatkan tidak boleh lagi ada keterlambatan.

”Kerjaan fisik harus selesai November, karena Desember dibayar lunas,” jelasnya.

BP memang mendapat sorotan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian karena serapan anggaran yang rendah.

”Serapan anggaran rendah hanya 74 persen. Seharusnya itu di atas 90 persen,” ungkapnya lagi.(leo)