batampos.co.id – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Barelang, menggagalkan penyelundupan burung di Pelabuhan Tanjungbuntung, Bengkong, Kamis (9/1/2020) dini hari.

Dari tangkapan ini, polisi mengamankan 1.445 ekor burung. Wakasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Ricky Firmansyah, mengatakan, selain mengamankan barang bukti burung, pihaknya mengamankan dua pelaku, WD, 45, dan WG, 50.

Kemudian, dua unit mobil, dan 111 kotak penyimpanan.

“Kita dapat informasi terkait kegiatan pelaku di pelabuhan. Pelaku menyelundupkan burung dari Malaysia,” kata Ricky di Mapolresta Barelang, Jumat (10/1/2020).

Ricky menjelaskan, 1.445 burung tersebut terdiri dari 388 ekor murai, dan 1.057 ekor kacer.

Burung jenis Kacer yang coba diselundupkan dari Malaysia ke Kota Batam, Provinsi Kepri. Polresta Barelang mengamankan sekitar 1.445 ekor buurng dengan nilai Rp 344 juta yang diselundupkan dari Malaysia ke Kota Batam. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Rencananya, burung ini akan kembali diselundupkan dan dijual ke Jakarta, Surabaya, dan Riau.

“Dari Malaysia sengaja dibawa ke Batam dulu. Transit selama dua hari di sini (Batam) sebelum dijual lagi. Tujuannya agar memastikan burung ini dalam kondisi sehat,” katanya.

Ricky menambahkan, burung tersebut memiliki harga jual hingga Rp 344 juta. Selain itu, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 86 A tentang karantina hewan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Sementara itu, dari pengakuan, WD, aksi penyelundupan itu baru sekali dilakukan. Ia membawa burung tersebut dari pelabuhan tikus di Malaysia.

“Baru kali ini dilakukan. Rencana memang mau dijual lagi,” katanya. (*)