batampos.co.id – Area perairan yang masuk kawasan sandar kapal di Pelabuhan Batuampar, akan dikeruk hingga sedalam 15 meter. Kini, kedalaman area itu bervariasi dari 5 hingga 10 meter.

Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam, Nelson Idris, mengatakan hal ini dilakukan guna mendukung pelabuhan tersebut sebagai hub pelabuhan internasional.

”Pelabuhan akan dikeruk sehingga draft kedalaman minus 14 hingga 15 meter. Kegiatan ini ditargetkan enam bulan pertama ini,” kata Nelson usai dilantik, Jumat (10/1) sore.

Setelah diperdalam, ia mengatakan pelabuhan akan semakin ramai. Dengan kata lain, kegiatan bongkar muat kontainer akan dilakukan sebanyak-banyaknya.

”Nah, kalau ada bongkaran kontainer banyak, target kita 1,5 juta TEUs (twenty-foot equivalent unit) per tahun dalam tiga tahun ke depan itu, tentu ekonomi Batam lebih hidup lagi,” katanya.

Selain ini, jangka pendek yang akan dilakukan adalah pembenahan aturan, adminstrasi, dan lainnya.

”Pelabuhan kan restricted area, hanya orang yang berkepentingan diberi kewenangan yang bisa masuk, kalau tidak ada kewenangan tak bisa masuk,” kata dia.

Diakui, langkah itu disiapkan, dalam merespons kebutuhan stakeholder di pelabuhan.

”Sehingga kita harus menyiapkan kondisi pelabuhan itu. Seperti apa keinginan stakeholder, untuk Pelabuhan Batuampar, sehingga menjadi pelabuhan hub internasional tadi,” imbuh dia.

Sebelumnya, Badan Pengusahaan (BP) Batam dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II meneken kerja sama awal revitalisasi Pelabuhan Batuampar di Gedung Marketing Center Kantor BP Batam, Selasa (7/1) lalu.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan, tindak lanjut kerja sama ini, yakni pengerjaaan fisik yang akan dimulai Maret mendatang. Rudi menyebutkan, Pelindo II yang berkonsorsium dengan Pelindo I dan PT Persero Batam, menjanjikan perubahan fisik selama enam bulan pengerjaan.

”Janjinya enam bulan terhitung sejak Maret itu ada perubahan pembangunan fisik di Pelabuhan Batuampar,” kata Rudi usai pertemuan tersebut.

Rudi menyampaikan, BP Batam menginginkan jalan masuk pelabuhan tersebut dapat ditingkatkan. Dengan harapan, akan mendukung aktivitas di pelabuhan tersebut.

”Begitu selesai, mudah-mudahan proses di pelabuhan yang lama sudah berjalan sesuai dengan standar nasional. Kedua, tentu ada pelebaran pelantar (dermaga), itu tahap kedua,” imbuh Rudi.

Ia mengatakan, tujuan merevitalisasi Pelabuhan Batuampar, salah satunya untuk meningkatkan kapasitas bongkar muat barang. ”Sekarang kapasitas 350 ribu TEUs, kami harapkan dapat meningkat lebih dari 1 juta TEUs. Artinya, meningkat tiga kali lipat,” papar Rudi.

Soal peningkatan kapasitas Pelabuhan Batuampar, bukan kali ini saja disuarakan Rudi, bahkan pada lain kesempatan Rudi sempat memiliki target yang lebih tinggi yakni hingga 5 juta TEUs per tahun.

”Untuk itu, alat pembongkaran di pelabuhan tersebut harus disempurnakan,” kata Rudi, pertengahan Oktober 2019 lalu. (iza)