Besi terlihat di dermaga Dabo Singkep yang mengalami kerusakan.
foto: batampos.co.id / wijaya satria

batampos.co.id – Pelabuhan Dabo Singkep tidak dapat digunakan sejak lima bulan lalu. Ini setelah kapal milik salah satu perusahaan menghantam bibir dermaga yang mengakibatkan retak pada dermaga. Sejak kejadian, pelabuhan ditutup karena dikhawatirkan akan membahayakan bagi siapa saja yang beraktivitas di pelabuhan tersebut.

“Sayang sekali pelabuhan yang telah dibangun negara untuk Dabo Singkep ini tidak dapat digunakan karena rusak dihantam kapal,” ujar Ardi salah seorang warga Dabo yang berada di pelabuhan, Minggu (12/1/2020) pagi. Di lokasi, terlihat besi terbentang menghalang jalan masuk menuju ujung pelabuhan.

Tepat di lokasi bagian dermaga yang hancur dihantam kapal tersebut, diletak drum besi sebagai penanda sekaligus mengingatkan warga agar tidak ke ujung bibir pelabuhan yang hancur.

Hingga saat ini kapal yang masuk dan sejumlah pekerja melakukan aktivitas bongkar di bagian dermaga yang dekat dengan pantai. Jika laut mengalami surut, kapal yang hendak bersandar kesulitan untuk menambatkan kapal di pelabuhan Dabo Singkep itu.

Kepala Kantor Syahbandar Dabo Singkep, Syahrulwardi mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat bersama CEO perusahaan tersebut untuk membahas perbaikan pelabuhan. Menurutnya, pihak perusahaan telah bersedia mengganti dan memperbaiki kerusakan yang terjadi.

“Sudah dua kali rapat dan mereka (pihak perusahaan, red) bersedia memperbaiki kerusakan pelabuhan,” kata Syahrulwardi saat ditemui di kantonya .

Syahrulwardi mengatakan, saat ini mereka menunggu tim independen yang dapat menentukan jumlah kerugian atau memetakan kerusakan pelabuhan agar dapat diperbaiki sesuai dengan kondisi semula. (wsa)