batampos.co.id – Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam membuka lowongan bagi dokter-dokter spesialis dan sejumlah lowongan lainnya. Waktunya cukup panjang dengan perkiraan estimasi waktu hingga akhir Februari.

Direktur RSBP Batam, Sigit Riyanto mengatakan bahwa RSBP kekurangan dokter spesialis.

“Kami sudah minta (ke Kementerian Kesehatan), tapi tak ada spesialis. Sedangkan dari universitas, susah juga mintanya,” katanya Senin (13/1) di Gedung BP Batam.

Sigit melanjutkan bahwa dokter lulusan spesialis dari universitas biasanya sudah langsung direkrut oleh rumah sakit lainnya di luar Batam. Dan lagi pula di Batam, jurusan kedokteran baru ada di Universitas Batam (Uniba). Faktor tersebut menjadi penyebab minimnya suplai dokter spesialis di kota industri ini.

“Kami ingin buat databasenya dulu. Jaring informasi dulu dan kumpulkan CV yang masuk. Masalah waktu saya tak bisa bilang, tapi sebagai gambaran, kita bantu umumkan dan sosialisasikan dalam enam bulan kedepan,” terangnya.

Idealnya, RSBP butuh sekitar 15 dokter spesialis lagi. Penambahan puluhan dokter spesialis ini juga untuk memenuhi syarat dari Kementerian Kesehatan agar bisa bertahan dengan statusnya sebagai rumah sakit tipe B.

“Sulit sekali mendapatkan dokter spesialis meski sudah disebar ke grup-grup dokter spesialis. Dan juga perlu waktu menunggu (dokter spesialis baru) sampai lulus dari kuliah,” ungkapnya.

Adapun dokter spesialis yang dibutuhkan yakni spesialis anak, spesialis THT, spesialis anestesi, spesialis ortophedi, spesialis bedah umum, spesialis penyakit dalam, spesialis obgyn, spesialis gigi, spesialis patologi anatami, spesialis patologi klinik serta dokter umum. Persyaratan yang diperlukan yakni PDF surat lamaran, CV dan ijazah yang dikirim ke email [email protected] sebelum 28 Februari 2020. (leo)