batampos.co.id – Isu-isu global maupun isu di Batam sangat mengganggu jalannya pertumbuhan pariwisata di Batam.

Gerak cepat dari pemerintah dibutuhkan untuk memberikan rasa aman kepada wisatawan mancanegara (wisman) di Batam.

Meski begitu, Ketua Persatuan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Batam, Muhammad Mansur, mengatakan, tetap optimis kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam tahun ini masih cukup tinggi.

“Tapi semua tergantung situasi. Karena ada beragam isu global seperti isu penyakit SARS di Cina, demam Afrika dan lainnya yang bisa berdampak pada kunjungan pariwisata,” katanya, Senin (13/1/2020).

Sedangkan di Batam, persoalan mengenai taksi online juga tak kunjung selesai. Ini juga mengganggu kenyamanan wisman yang tengah berkunjung ke Batam.

Turis dari negara Filipina berswafoto di Welcome To Batam, beberapa waktu lalu. Isu-isu global dikhawatirkan menurunkan jumlah kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Kota Batam. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Potensi dari isu-isu sangat cepat berpengaruh kepada jumlah kunjungan wisman dan tingkat okupansi tentunya.

Lebih jauh lagi akan berdampak juga pada bisnis usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang bergantung dari sektor pariwisata.

”Kalau datang untuk menginap dalam waktu yang tidak lama, tentu tidak akan berdampak pada UMKM. Saya berharap pengambil kebijakan dapat merumuskan strategi untuk bisa menangkal ini,” harapnya.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, jumlah wisman cenderung stabil dan bahkan mengalami kenaikan.

Tapi potensi dari isu-isu global dan lokal harus segera ditangani jika tidak ingin mengganggu stabilitas sektor pariwisata di Batam.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisbudpar) Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Ardiwinata, mengatakan, selain berbagai program yang ditawarkan pemerintah, banyaknya atraksi yang diselenggarakan di kota itu mampu menjadi magnet kunjungan wisman.

“Atraksi setiap minggu ada. Ada banyak agenda di Batam, sampai 114 acara lebih dalam setahun,” kata dia.

Disbudpar Batam juga sela-lu merilis agenda yang dise-lenggarakan oleh destinasi wisata, termasuk pusat perbelanjaan yang menjadi favorit wisman yang datang ke Batam.

Ardi percaya, banyaknya atraksi yang digelar pemerintah dan swasta mampu menjadi magnet wisman untuk datang berkunjung.

Adapun beberapa program menarik yakni Hot Deals, Travel Hub dan lainnya. Hot Deals berupa paket kunjungan kepada wisman dalam bentuk diskon.

Lalu Travel Hub berupa program untuk mengajak pelancong yang datang dari Singapura untuk melanjutkan perjalanannya ke Batam, Tanjungpinang, Bintan dan Karimun.(leo)