batampos.co.id – Komisi Pemilihan (KPU) Batam akan menerapkan sistem rekapitulasi suara elektronik atau e-Rekap saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 23 September 2020 mendatang.

Ketua KPU Batam, Herigen Agusti, mengatakan, sistem ini akan membantu penyelenggara dalam mempercepat proses rekapitulasi nantinya.

Menurutnya, rekapitulasi merupakan salah satu tahap yang cukup menyita waktu. Dengan adanya e-Rekap nanti, proses penghitungan bisa berjalan lebih cepat dan tidak ada keterlambatan se-perti pelaksanaan Pemilu sebelumnya.

”Tahapan itu ada persiapan dan pelaksanaan. Sekarang ini kami akan membuka pendaftaran PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan), PPS (Panitia Pemungutan Suara) dan KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara),” jelasnya.

“Kami berharap mereka bisa melek informasi dan teknologi. Nanti kami akan bantu di Bimtek juga,” sebutnya lagi.

Sementara itu, Anggota Komisioner Kepri, Widyono Agung, mengatakan penggunaan teknologi tersebut bisa memangkas waktu rekapitulasi suara nantinya.

Saat selesai pemilihan, anggota KPPS hanya mengirimkan hasil formulir C1 kepada KPU Batam.

Seorang masyarakat Kota Batam, memasukkan kertas suara seusai memilih pada Pemilu 17 April 2019 lalu. KPU berencana akan menggunakan e-rekap guna mempercepat proses perekapan. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

”Kertasnya kan ada beberapa rangkap itu. Nanti yang untuk KPU Batam langsung dikirim menggunakan aplikasi. Jadi proses penghitungan bisa lebih cepat,” ujarnya.

Penggunaan aplikasi ini bisa memangkas waktu penghitungan dari lima menjadi tiga hari.

Untuk itu KPU yang menggelar Pilkada serentak tahun ini harus segera memetakan TPS mana yang akan diujicoba untuk diterapkan e-Rekap ini.

”Jadi bertahap ya. Kami ingin pelaksanaan pemilihan ini semakin maju, termasuk penggunaan aplikasi,” paparnya.

“Nanti kalau sudah sukses bisa masuk ke e-voting juga, tapi itu masih jauh. Mudah-mudahan bisa dilaksanakan nantinya,” jelasnya lagi.

Selain itu, pihaknya juga terus melakukan evaluasi terhadap pemilihan legislatif (Pileg) lalu.

Sebelumnya sudah ada Situng, namun server lambat sehingga masyarakat kesulitan mengakses informasi penghitungan.

”Itu juga menjadi persoalan. Nanti akan kami benahi juga. Agar informasi cepat dan terbuka.,” paparnyna.

“Sehingga masyarakat bisa mengetahui hasil rekapitulasi secepat mungkin,” ungkap Agung.(yui)