batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam mendapatkan target dari pemerintah pusat untuk me­ngem­bangkan Sumber Daya Manusia (SDM).

Tujuannya agar siap menghadapi isu-isu global yang membuat situasi perekonomian dunia menjadi dinamis.

Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Mugiyarso, mengingatkan pemerintah memberikan perhatian dan tantangan besar bagi Batam dengan potensinya yang luar biasa harus dimaksimalkan.

“Saya mengingatkan posisi BP Batam, mewakili negara, mewakili pemerintah, mewakili kepentingan publik,” kata Susi di Gedung BP Batam, Senin (13/1/2020)

“Potensi yang luar biasa ada pada BP Batam (seperti unit bisnis usaha strategis) mari kita dorong kita support. Tolong jaga amanah itu. Tantangan dari Presiden harus kita lakukan, mau tidak mau kita harus lakukan perubahan,”

Susi mengungkapkan saat ini tantangan ekonomi global begitu luar biasa menuju ketidakpastian.

Ekonomi dunia mengalami perlambatan, baik di negara maju maupun berkembang. Sebabnya kata dia, terdiri dari banyak faktor.

Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Mugiyarso (pakai batik), saat melakukan kunjungan ke kantor BP Batam. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Seperti perang dagang Tiongkok dengan Amerika, ketegangan geopolitik internasional antara Jepang dengan Korea Selatan, Amerika Serikat dengan Iran serta Brexit, pelemahan aktivitas manufaktur, dan fluktuasi harga komoditas yang mempengaruhi kebijakan ekonomi yang harus diambil oleh Indonesia.

Susi juga menekankan bahwa menghadapi kekhawatiran perlambatan perekonomian global, maka daya saing SDM harus didorong.

Ia meminta kepada Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto untuk memberikan perhatian besar pada pengembangan SDM BP Batam tahun ini.

“Semangatnya perlu kita dorong dengan meningkatkan competitiveness-nya (daya saing) dan kompetensinya. Pengembangan SDM saya kira dengan melihat kapasitas SDM BP Batam yang ada (saat ini), saya yakin sangat bisa kita menangkan ini ke depan,” katanya lagi.

Dalam kesempatan ini, Sesmenko juga menjelaskan mengenai sejumlah tantangan, peluang dan outlook perekonomian Indonesia saat ini dan ke depan, sesuai dengan Visi Misi dan Arahan Presiden yang telah tertuang dalam RPJMN (rencana pem­bangu­nan jangka menengah) 2020-2024.

Ia juga menerangkan upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional 6 persen dengan program percepatan dan program kerja 2020-2024 untuk mencapai target tersebut.

Hal ini disampaikan guna menyamakan persepsi BP Batam dalam menjalankan tugas dan arah pengembangan kedepan disesuaikan dengan RPJMN 2020-2024.

“RPJMN Baru ditentukan oleh pemerintah itu menja­di pegangan dalam menjalan tugas teman-teman,” paparnya.

“Jangka pendek (untuk Batam) kita fokus investasi dan ekspor, industri manufaktur pen­dorong ekspor. Batam ke depan, juga menjadi pro­gram Presiden,” katanya lagi.(leo)