batampos.co.id – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II A Batam diganti. Kalapas baru dijabat oleh Misbahuddin yang sebelumnya menjabat sebagi Kalapas Narkotika Tanjungpinang.

Sementara Surianto, Kalapas Batam sebelumnya pindah dengan tugas baru sebagai Kalapas Sibolga.

Pergantian ini sesuai dengan surat keputusan dari Kementerian Hukum dan HAM RI sebagai bentuk untuk penyegaran kepemimpinan di lingkungan pemasyarakatan.

Jabatan kalapas baru telah dimulai setelah melalui rangkaian acara serah terima jabatan yang digelar di aula Lapas kelas II A Batam, Rabu (15/1/2020) pagi.

Dalam arahannya, Surianto, berharap agar segenap warga binaan dan petugas Lapas tetap kompak dan solid.

Baik sebagai warga binaan ataupun sebagai petugas. Segala hal baik yang pernah dilakukan sebagai kalapas hendaknya dipertahankan untuk kebaikan bersama.

“Untuk warga binaan tetap tekun dan rutin dengan pembinaan-pembinaan yang ada. Karena siapapun Kalapas pasti menginginkan yang terbaik untuk kita semua,” ujarnya.

Surianto (tengah) berwafoto dengan para pegawai Lapas Kelas IIA Batam. Surianto dipindahtugaskan menjadi Kalapas Sibolga, Sumatera Utara. Foto: Eja/batampos.co.id

“Kepada petugas semunya tetap kompak, disiplin dan loyalitas terhadap tugas dan kewajiban yang ada,” katanya lagi.

Selama menjadi Kalapas, Surianto dikenal sosok pemimpin yang baik dan loyal terhadap bawahannya.

Acara serah terima jabatan tersebut menjadi momen yang mengharukan. Pantauan Batam Pos di lapangan, usai memberikan arahan serta penyerahan jabatan Kalapas, Surianto langsung dikerumuni mantan bawahannya.

Satu persatu mereka menyalami dan memeluk Surianto. Kesempatan untuk swafoto bersama Surianto juga jadi momen yang cukup penting dalam acara sertijab itu.

“Baik-baiklah kalian di sini. Pak Mishbahuddin ini senior saya, dia lebih tahu dalam hal memimpin,” ujar Surianto kepada petugas Lapas yang menyalaminya.

Sertijab ini dihadiri oleh Kepala defisi Pemasyarakatan Kakanwil Kepri, Dedi Handoko. Dalam arahannya dia lebih menekan tugas dan tanggungjawab Kalapas yang baru.

Pemberantasan narkoba dalam lingkungan Lapas tetap jadi prioritas Kalapas yang baru. Begitu juga dengan pembinaan warga binaan harus lebih baik lagi dengan terobosan yang inovatif kedepannya.

“Narkoba tetap jadi prioritas. Sebagai Kalapas baru segera petakan kerawanan di dalam lingkungan lapas agar bisa diatasi,” pesannya.

Menanggapi itu, Misbahuddin mengaku akan segera melaksanakannya. Upaya awalnya dia akan memetakan persoalan-persoalan atau kerawanan-kerawanan yang ada di dalam lingkungan lapas sehingga mudah untuk diatasi.

Selanjutnya dia akan fokus melanjutkan program pembinaan kepada warga binaan.

“Jujur saja ini tantangan terbesar saya karena kita tahu ini Lapas dengan jumlah penghuni terbanyak di Kepri,” paparnya.

“Saya mohon dukungan dan kerja sama semua pihak. Langkah awal saya akan petakan semua kemungkinan yang celah masuknya barang yang dilarang, selanjutnya ke pembinaan warga binaan,” ujarnya lagi.(eja)