batampos.co.id – Pemilik penampungan solar ilegal di Segulung kota Batam dikabarkan kabur.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau.

Ia mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali menghubungi pemilik penampungan solar ilegal tersebut. Namun hingga minggu lalu, panggilan itu tidak juga dipenuhi.

”Pas dicek ke lokasi, ternyata pemiliknya sudah tak ada. Ia menghilang. Kita tanya RT/RW-nya juga tak tahu,” ujar Gustian Riau, Selasa (14/1/2020).

Pihaknya juga sudah meminta keterangan dari keluarga pelaku hingga karyawan. Namun, informasi yang didapat sangat minim. Bahkan sampai sekarang pihaknya masih melakukan pengintaian.

”Mereka tak mau bicara, tertutup dalam memberikan informasi,” imbuh Gustian.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, melihat barang bukti solar yang diamankan di Kantor Disperindag Kota Batam , Rabu (11/12/2019). Barang bukti solar tersebut diamankan dari gudang penimbunan di Sagulung. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Menurut dia, saat penggerebekan, di lokasi pihaknya hanya mendapati penjaga bengkel. Sehingga sampai saat ini status penjaga bengkel hanya sebagai saksi.

Meski pemilik gudang penampungan menghilang, proses terhadap kasus ini tetap berjalan.

Dalam proses berjalan itu, pihaknya ingin tahu yang bersangkutan mengambil Bahan Bakar Minyak (BBM) dari mana.

”Terus, kami ingin tahu juga keterlibatan pihak-pihak lainnya. Karena dia tak mungkin main sendiri. Yakin saya masih ada lagi,” jelas Gustian.

Di sisi lain, pihaknya juga tengah mengintai pemain lain. Informasi itu ia dapat dari masyarakat, namun sebelum menggerebek, ia mengumpulkan bukti dulu.

”Tunggu saja, dalam waktu dekat pasti ada lagi yang kami tangkap.”

Pihaknya terus berkoordinasi dengan kepolisian.

”Kami laporkan hasil dari pengem-bangan,” pungkas dia.

Beberapa waktu lalu, Disperindag Kota Batam menemukan praktik penyelewengan BBM bersubsidi di sebuah bengkel Sagulung.

Bengkel itu disulap jadi gudang penampungan solar subsidi. Dari lokasi, tim penangkapan yang terdiri dari polisi mendapati 3 ton BBM bersubsidi terdiri dari solar dan minyak tanah.

Total ada 12 unit mobil angkot yang melangsir solar secara ilegal ini.
Angkot-angkot tersebut semuanya sudah memodifikasi tangki dengan ukuran yang lebih besar.(she)